WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG
Tampilkan postingan dengan label REVIEW APASAJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REVIEW APASAJA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Oktober 2019

Mie Sedaap Goreng Korean Spicy Chicken Baru... Kayak apa sih rasanya?


Hallo semuanya...
Pada kesempatan kali ini aku mau review rasa dari Salah satu varian terbaru dari Mie Sedaap yaitu Mie Sedaap Goreng Korean Spicy Chicken.
Iklannya yang dibintangi oleh Choi Siwon itu lagi muncul di Tipi-tipi nasional, katanya sih pedes gila...
Hmmm... tapi apa iya kayak jargonnya?

Karena penasaran, aku cari-cari tuh di warung-warung terdekat, ke Alfa/ Indomaret segala dan akhirnya aku nemu tuh Mie Instan.
Dari bungkusnya sih keliatan nendang ya, ada tulisan Korea-nya (Hangeul) dengan warna hitam dominan yang banyak semburat-semburat oranye kayak api membara yang seolah ngasih tau kalo itu mie pedes banget....
Yaudah deh, gak usah lama-lama dicoba aja lah daripada penasaran.

Dalam bungkus mie-nya ada Mie (tentu saja lah... hihihi), terus ada bumbu, minyak yang keliatannya pedes (tapi setelah dijilat ternyata gak pedes-pedes amat sih), lalu ada bawang goreng dan 2 senjata utama yaitu "Tuang Pedas Nikmat" dan "Tuang Pedas Gila".
Kali ini aku rebus mie nya cuma pakai sawi hijau aja tanpa tambahan telur dan teman-temannya, karena aku ingin ngerasain rasa asli dari Mie Instan-nya.

Penampakan isi dalam bungkus mie instan

Setelah mie direbus sesuai instruksi dan dicampur dengan bumbu, lalu tiba giliran buat buka senjata rahasianya yaitu 2 bumbu tadi (Pedas Nikmat dan Pedas Gila).
Bumbupun digunting dan ternyata isinya adalah bubuk cabe pemirsa....
Kemudian aku coba 1 dan diaduk tapi menurutku kurang pedas, lalu aku tambah lagi yang satunya dan ternyata menurutku masih kurang pedas juga.
Akhirnya aku tambah sendiri cabai rawit merah baru pedas super gila rasanya.

Bubuk cabai "Pedas Nikmat" dan "Pedas Gila"


 Ditambah cabai rawit sendiri biar tambah mantap pedasnya

Jadi kesimpulannya untuk kemasan dan iklannya itu sangat menarik, dari segi rasa juga lumayan lah buat varian baru tapi untuk level pedasnya itu kayaknya levelnya anak SD atau anak TK deh, bagiku itu kurang pedas, malah lebih pedas kalo ditambahin cabai rawit merah sendiri.
Tapi mungkin bagi yang gak doyan pedas itu pasti sesuatu yang sangat membakar mulut mereka bila menyantapnya.. hehe...

Untuk mie Instan dengan level terpedas yang pernah aku makan itu masih ditempati oleh Mie Gaga rebus (Mie cepek/Mie 100) Varian Kuah Jalapeno level 5 yang bungkusnya kuning, itu bener-bener mie laknat yang bikin mulut dower serasa habis ngemut bara api neraka... weleh weleh....
Sekian dulu untuk review kali ini, sampai jumpa di postingan selanjutnya... bye bye

Kamis, 17 Oktober 2019

Review Cat Rambut Garnier Color Naturals - Coklat Karamel (Versi Cowok)



Selamat sore semuanya....
Pada kesempatan ini aku akan me-review salah satu produk cat rambut dari Garnier, yaitu Garnier Color Natural varian Coklat Karamel.
Kalo biasanya aku pakai yang hitam, sekarang aku mau coba yang coklat.
Karena aku cowok yang berambut pendek ( yaelah, cowok berambut panjang  udah jarang soalnya... hihihi ), jadi aku beli yang kemasan shachet. Harganya 12.500 rupiah di Indomaret deket rumah.
Kemasannya plastik kayak biasa, ada ilustrasi gambar cewek dan instruksi penggunaannya.
Aku coba produknya itu malam hari sekitar pukul 21.00 WIB. Di dalam bungkusnya ada 1 shachet gel pewarna, 1 shachet krim developer dan 1 lembar kertas instruksi.
Di Instruksinya sih disuruh test untuk alergi, tapi karena aku udah pernah pake dan gak ada efek negatif jadi aku skip aja.

Isi dalam shachet

Biasanya kalo aku pake yang varian warna hitam itu aku cuma pakai setengah aja dari total isi krim nya, jadi bisa buat dua kali pake. Tapi karena itu warna baru jadi aku pengen pakai semuanya. Trus aku campurin gel pewarna dan krim developernya pake mangkok beling, aduk pake sendok plastik sampai rata ( gak boleh pake material logam katanya ). Warna gel perawnanya itu kuning bening dan krim developernya itu putih tapi kalo udah dicampur warnanya berubah jadi coklat-coklat muda gimana gitu dan baunya juga ringan, gak menyengat, mungkin karena gak pakai amoniak kali ya.

Setelah tercampur rata krimnya, trus aku mulai aplikasiin ke rambut pake sikat gigi bekas (bekas sendiri lho ya) dan pakai sarung tangan plastik. Inget, biar gak kecipratan warna cat nya, lapisi baju pakai handuk warna gelap atau gak usah pake baju juga gapapa.. hahaha...
Aku aplikasiin cat nya sendiri lho, gak dibantu ( oleh mbak2/mas2 salon... hihihi) jadi harus berhadapan dengan cermin besar biar gak belepotan.
Ternyata aku salah perhitungan, 1 shachet isinya aku pake semua malah jadi kebanyakan buat rambutku, jadinya aku pakainya super tebal di rambut, aneh jadinya.. berasa naruh adonan kue di atas rambut... mana ada yang kena kuping dan dahi lagi, lupa biasanya kan pake baby oil atau bedak di kulit dekat rambut yang mau dicat biar gak ketempelan warnanya.
Setelah yakin rata, aku diamin selama 30 menit sesuai instruksinya... tapi karena aku belum puas, pengen yang lebih mantap, maka aku tambah jam terbangnya jadi 45 menit...
Jadi aku diemin tuh sambil nonton tivi dan ngantuk-ngantuk.
Setelah sampai di penghujung waktu, akhirnya tiba saat-saat yabg telah ditunggu.. yaitu membilas dan melihat hasilnya, hehe..

Pengaplikasian krim

Setelah dibilas dan kering terus aku liat tuh gimana perubahannya pake cermin di bawah lampu.
Agak heran, kok gak keliatan hasil apa-apa ya? Aku senter pakai HP, aku foto-foto aku deketin ke lampu.. tapi hasilnya belom keliatan.
Positif thinking deh, mungkin udah malem dan baru dipakai di rambut jadi belum keluar warnanya.
Akhirnya aku ikhlaskan untuk tidur dan berharap hasil yang mencengangkan di esok harinya.

Hari yang ditunggu telah tiba, waktu tengah hari dan sedang panas-panasnya aku keluar rumah bawa cermin buat berkaca.
Waduh..... ternyata hasilnya gak rata !!!
Bagian bawah rambut ada yang coklat banget, tapi ada yang hitam, trus bagian samping warnanya coklat - hitam - coklat bergradasi.
Aduh mak kok jadi gini, udah kayak macan lorenga aja nih. Aku liat ternyata juga gak matching sama warna kulitku yang kuning langsat. Jadi keliatan kusam mukanya.
Rambutnya itu kayak panas kebakar matahari, coklat-coklat gosong gimana gitu. Kayaknya emang gak cocok sama aku deh, akhirnya hari berikutnya aku timpa kembali warnanya pake cat rambut Garnier yang hitam dan hasilnya menutup sempurna. Aku emang lebih cocok pakai yang warna hitam, lebih kelihatan sehat dan bersinar, di muka juga matching.

     Hasilnya gak keliatan, masih 
      hitam dan belang-belang coklat

Mungkin ada beberapa kesalahan yang membuat penyemiranku gagal yaitu :
Aku nyemir rambut sendiri dan gak rata (apalagi malam hari dah ngantuk dan gak terlalu jelas), terlalu tebal pakai catnya di titik tertentu, waktunya kelamaan, gak dibleaching (tapi aku anti bleaching sih, karena gak mau rambut jadi rusak), warnanya gak masuk sama muka dan kulitku dan terakhir gak cocok.

Yah, hasilnya buat tiap orang berbeda ya... kalo buatku untuk varian ini, aku kayaknya gak cocok deh.
Aku lebih cocok pakai yang warna hitam, karena warnanya lebih matching ke kulit dan wajah, bikin seger, sehat, glowing dan tampak lebih muda... hehe..
Tapi buat produknya bagus sih, gak bau amoniak dan juga sifatnya gak keras jadi lumayan bersahabat buat rambut.


#Penilaianku buat produk ini :
a. Kelebihan:
- Murah meriah
- Gampang didapet (Indomaret/ Alfamart/ Toko/ Warung terdekat)
- Baunya gak menyengat
- Krimnya ringan dan bersahabat buat rambut
- Cepat meresap dan mudah pengaplikasiannya
- Kalo cocok, warnanya bagus
- Merek terkenal, terpercaya dan udah terdaftar di BPOM (jadi gak usah khawatir)

b. Kekurangan :
- Warnanya gak cocok buat aku, mending cocokin warnanya sama kulit dan wajah dulu sebelum beli.
- Untuk warna-warna yang terang bila dipakai untuk rambut hitam atau rambut hitam yang perawan (belom pernah diwarnai.. hehe) maka warnanya gak terlalu keluar, jafi masih semu-semu hitam pekat aja, butuh bleaching kayaknya.
- Kalo kena kulit dan kain, terutama yang warna hitam itu susah banget ngilanginnya.
- Untuk yang shachet gak ada sarung tangan di dalamnya dan gak ada nutrisi rambut tambahan buat aftercare pewarnaan (iyalah, sesuai harga kali ya, hehe )

Udah sih itu aja, kalo ditanya bakal beli lagi apa nggak? Jawabanku, nggak deh untuk varian ini, aku lebih klop sama yang hitam aja.
Sekian dan terima kasih, sampai jumpa kembali di review berikutnya.

Sabtu, 31 Juli 2010

Cuka Apel Stabilkan Tekanan Darah


Apel dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Ketika difermentasikan menjadi cuka, apel tetap saja berkhasiat. Di antaranya bisa meredakan gangguan hipertensi dan keluhan pembuluh darah, hingga menurunkan berat badan.

Konsumsi sebutir apel sehari akan menghindarkan kita dari kamar praktik dokter. Pepatah lama itu lahir bukan tanpa arti. Kandungan vitamin dan mineral apel menjamin tubuh tetap bugar dan bebas dari deraan penyakit.

Diperkirakan ada sekitar 7.000 varietas apel di seantero dunia dengan khasiat yang beragam. Beberapa penelitian mengungkap, kandungan kalium dan potasium buah ini mampu meredam risiko stroke, mengurangi kadar gula dan kolesterol, serta menyehatkan pembuluh darah.

Kebanyakan orang mengonsumsi apel dalam bentuk buah segar. Ada juga yang mengolahnya menjadi jus, ditambah sirop atau perasa tambahan lainnya. Yang lain, ada yang mengolahnya menjadi cuka.

Cuka apel merupakan sumber serat larut paling baik, bebas kolesterol dan lemak, serta mengandung natrium. Kandungan pektinnya juga efektif menekan kolesterol jahat penyumbat pembuluh darah (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Cocok diminum panas ataupun dingin.

Sari apel bersifat antiseptik, sehingga bisa membantu menekan jumlah bakteri jahat dalam saluran pencernaan, memperbaiki metabolisme tubuh, memperlancar aliran darah, mengatasi keracunan, serta menekan risiko obesitas. Selebihnya, cuka apel juga mengandung karotenoid, sumber vitamin A yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh.

Bukan hanya melalui penelitian resmi, cuka apel telah lama dikenal berkhasiat dari pengakuan secara empiris. Mira misalnya, beberapa kali berbagi pengalaman melalui e-mail dan mailing list kepada teman-temannya sekantor tentang cuka apel.

“Awalnya aku beli cuka apel untuk suamiku yang ada kecenderungan hipertensi. Justru ayahku yang meminumnya. Beliau kebetulan ada masalah dengan asam urat. Setelah habis dua botol, ngilu di kakinya sudah jauh berkurang,” kata ibu dua anak yang tinggal di Depok ini.

Ia lantas menyarankan suaminya rutin mengonsumsi cuka apel. Hasilnya juga lumayan, tekanan darah sang suami berangsur stabil.  Meski begitu, Mira meyakini kondisi ayah dan suaminya membaik bukan hanya gara-gara cuka apel, tetapi karena mereka juga menghindari makanan pemicu keluhan.

“Karena itu, setiap ada teman yang tanya, saya mewanti-wanti bukan sekadar konsumsi cuka apel, tetapi harus disertai kemauan hidup sehat,” ujarnya.

Berat Turun
Di Jakarta Selatan, Effendi mengaku, setelah sebulan mengonsumsi satu sendok makan cuka apel dicampur setengah gelas air dingin sebelum sarapan, kebugarannya meningkat. “Pertama kali minum cuka apel, rasanya sangat asam, tetapi lama-lama biasa saja. Setelah tiga bulan, berat badan turun hampir empat kg. Efek lain yang saya rasakan, selera terhadap makanan berlemak menjadi berkurang,” tutur pria berusia 54 tahun itu.

Cerita lain disampaikan Anita. Mahasiswi jurusan periklanan tingkat akhir ini mengaku, sempat mogok minum cuka apel karena rasanya yang kurang enak. Belakangan ia menemukan ramuan yang pas untuk dirinya, yakni dua sendok cuka apel dicampur air dingin secukupnya ditambah sesendok madu.

Selain diminum langsung, cuka apel biasa dicampurkan dalam sup, juga sebagai bahan salad dressing, saus barbeque, dan lain-lain. Di beberapa negara, cuka apel bisa dijumpai dalam kemasan pil dan dijual sebagai diet suplemen maupun vitamin.

Proses fermentasi hingga jadi cuka apel, yakni gula dari cairan apel diubah oleh ragi, yang biasa dipakai untuk membuat sampanye, menjadi minuman beralkohol dengan kadar kira-kira 5 persen. Mula-mula rasanya manis, lalu sedikit getir, kemudian aroma buahnya muncul sempurna. Kadang cairan fermentasi dipakai sebagai ganti minuman anggur dalam berbagai resep.

Karena difermentasi, wajar bila muncul kandungan alkohol di dalamnya. Meski begitu, alkohol hasil fermentasi dipercaya tidak menimbulkan masalah karena bukan dari cairan tambahan, tetapi dari buah apel itu sendiri.

Apa efek sampingnya? Sebuah kajian di Malaysia mengungkapkan, cuka apel tak berefek samping bila dikonsumsi sesuai takaran atau tidak lebih dari enam sendok teh sehari. Keluhan yang sering muncul jika dikonsumsi berlebihan adalah rasa pusing, tetapi dapat dicegah dengan banyak minum air sebagai penawar.

Pada dasarnya darah resisten terhadap asam (sifat cuka apel), kelebihan asam akan dibuang secara alami melalui urin dan keringat. Sebaliknya, darah reaktif terhadap basa. Artinya pH darah akan naik bila terdapat gizi yang bersifat basa. Kondisi darah yang cenderung basa memudahkan tubuh terserang penyakit.

Karena itu, konsumsilah cuka apel tetap sesuai aturan. Terlebih bagi yang memiliki masalah berupa gangguan ginjal. Seperti petuah sehat lainnya, kesembuhan maupun kebugaran tubuh tak semata-mata karena obat atau ramuan tertentu, tetapi lebih pada kesadaran untuk memilih pola makan seimbang dan berperilaku sehat.

Minum atau Dicampur

Karena berbentuk cair, selain diminum langsung, cuka apel sering ditambahkan ke dalam makanan olahan tertentu sebagai campuran. Berikut di antaranya:
-    Untuk minuman, cuka apel dikonsumsi langsung dengan takaran satu sendok makan diencerkan dengan setengah cangkir air putih.
-    Karena rasanya yang asam, sebagian orang mencampurnya dengan madu agar lebih manis. Namun, Anda yang kadar gula darahnya tinggi sebaiknya tidak menambahkan madu. Untuk pengobatan, dua sendok makan cuka apel, satu sendok makan madu, dan segelas air, diaduk sampai rata.
-    Cuka apel juga dapat dimanfaatkan untuk dressing salad. Biasanya dicampur dengan bahan lain seperti minyak zaitun dan putih telur.
-    Cuka apel dapat dibeli di supermarket dengan harga relatif murah.