WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG.:::WELCOME TO MY BLOG
Tampilkan postingan dengan label SENI BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SENI BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Oktober 2010

Komponen-Komponen Komputer



Komputer terdiri dari tiga komponen utama yang tidak dapat dipisahkan, yaitu ;
1. Hardware (perangkat keras),

Merupakan peralatan fisik dari komputer yang dapat kita lihat dan rasakan. Hardware ini terdiri dari ;
* Input/Output Device (I/O Device) Terdiri dari perangkat masukan dan keluaran, seperti keyboard dan printer.
* Storage Device (perangkat penyimpanan) Merupakan media untuk menyimpan data seperti disket, harddisk, CD-I, flash disk dll.
* Monitor /Screen Monitor merupakan sarana untuk menampilkan apa yang kita ketikkan pada papan keyboard setelah diolah oleh prosesor. Monitor disebut juga dengan Visual Display Unit (VDU).
* Casing Unit adalah tempat dari semua peralatan komputer, baik itu motherboard, card, peripheral lain dan Central Procesing Unit (CPU).Casing unit ini disebut juga dengan System Unit.
* Central Procesing Unit (CPU) adalah salah satu bagian komputer yang paling penting, karena jenis prosesor menentukan pula jenis komputer. Baik tidaknya suatu komputer, jenis komputer, harga komputer, ditentukan terutama oleh jenis prosesornya.Semakin canggih prosesor komputer, maka kemampuannya akan semakin baik dan biasanya harganya akan semakin mahal.
2. Software (perangkat lunak),
merupakan program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Program tersebut ditulis dengan bahasa khusus yang dimengerti oleh komputer. Software terdiri dari beberapa jenis, yaitu ;
* Sistem Operasi, seperti DOS, Unix, Linux, Novell, OS/2, Windows, Adalah software yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada komputer sehingga masing-masingnya dapat saling berkomunikasi. Tanpa ada sistem operasi maka komputer tak dapat difungsikan sama sekali.
* Program Utility, seperti Norton Utility, Scandisk, PC Tools, dll.Program utility berfungsi untuk membantu atau mengisikekurangan/kelemahan dari system operasi, misalnya PC Tools dapat melakukan perintah format sebagaimana DOS, tapi PC Tools mampu memberikan keterang dan animasi yang bagus dalam proses pemformatan. File yang telah dihapus oleh DOS tidak dapat dikembalikan lagi tapi dengan program bantu hal ini dapat dilakukan.
* Program Aplikasi, seperti GL, MYOB, Payroll dll. Merupakan program yang khusus melakukan suatu pekerjaan tertentu, seperti program gaji pada suatu perusahaan. Maka program ini hanya digunakan oleh bagian keuangan saja tidak dapat digunakan oleh departemen yang lain. Biasanya program aplikasi ini dibuat oleh seorang programmer komputer sesuai dengan permintaan / kebutuhan seseorang / lembaga/ perusahaan guna keperluan interennya.
* Program Paket, seperti Microsofr office, Adobe fotoshop, macromedia studio, open office dll Adalah program yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dengan berbagai kepentingan. Seperti MS-office, dapat digunakan oleh departemen keuangan untuk membuat nota, atau bagian administrasi untuk membuat surat penawaran dan lain sebagainya.
* Bahasa Pemrograman, PHP, ASP, dBase, Visual Basic, dll.Merupakan software yang khusus digunakan untuk membuat program komputer, apakah itu sistem operasi, program paket dll. Bahasa
pemrograman ini biasanya dibagi atas 3 tingkatan, yaitu ;
o Low Level Language, bahasa pemrograman generasi pertama,bahasa pemrograman jenis ini sangat sulit dimengerti karena instruksinya menggunakan bahasa mesin. Biasanya yang mengerti hanyalah pembuatnya saja.
o Midle Level Language, merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah dimana penggunaan instruksi sudah mendekati bahasa sehari-hari, walaupun begitu masih sulit untuk di mengerti karena banyak menggunakan singkatansingakatan seperti STO artinya simpan (singkatan dari STORE) dan MOV artinya pindah (singkatan dari MOVE).Yang tergolong kedalam bahasa ini adalah Assembler, ForTran (Formula Translator).
o High Level Language, merupakan bahasa tingkat tinggi yang mempunyai cirri mudah dimengerti, karena menggunakan bahasa sehari-hari, seperti BASIC, dBase, Visual Basic, VB.Net dll.
3. Brainware (User),
User adalah personel-personel yang terlibat langsung dalam pemakaian komputer,seperti Sistem analis, programmer, operator, user, dll. Pada organisasi yang cukup besar, masalah komputerisasi biasanya ditangani oleh bagian khusus yang dikenal dengan bagian EDP (Electronic Data Processing), atau sering disebut dengan EDP Departemen, yang dikepalai oleh seorang Manager EDP.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Ratu Shima Dari Negeri Kalingga

Shima atau Ratu Shima adalah nama penguasa Kerajaan Kalingga, yang pernah berdiri pada milenium pertama di Jawa.Pada masa pemerntahan Ratu Shima,Kerajaan Kalingga menggapai masa kejayaannya. Tidak banyak diketahui tentangnya, kecuali bahwa ia sangat tegas dalam memimpin dengan memberlakukan hukum potong tangan bagi pencuri. Salah satu korbannya adalah keluarganya sendiri.
Syahdan, Kerajaan Kalingga, Nagari di pantura (pantai utara Jawa, sekarang di Keling, Kelet, Jepara, Jateng) beratus masa berlampau, bersinar terang emas,penuh kejayaan. Bersimaharatulah, Ratu Shima, nan ayu, anggun, perwira, ketegasannya semerbak wangi di antero nagari nusantara. Sungguh, meski jargon kesetaraan Gender belum jadi wacana saat itu. Namun pamor Ratu Shima memimpin kerajaannya luar biasa, amat dicintai jelata, wong cilik sampai lingkaran elit kekuasaan. Kebijakannya mewangi kesturi, membuat gentar para perompak laut. Alkisah tak ada nagari yang berani berhadap muka dengan Kerajaan Kalingga, apalagi menantang Ratu Shima nan perkasa. bak Srikandi, sang Ratu Panah.
Konon, Ratu Shima, justru amat resah dengan kepatuhan rakyat, kenapa wong cilik juga para pejabat mahapatih, patih, mahamenteri, dan menteri,hulubalang, jagabaya, jagatirta, ulu-ulu, pun segenap pimpinan divisi kerajaan sampai tukang istal kuda, alias pengganti tapal kuda, kuda-kuda tunggang kesayangannya, tak ada yang berani menentang sabda pandita ratunya. Sekali waktu, Ratu Shima menguji kesetiaan lingkaran elitnya dengan me-mutasi, dan me-Non Job-kan pejabat penting di lingkunganb Istana. Namun puluhan pejabat yang mendapat mutasi ditempat yang tak diharap, maupun yang di-Non Job-kan, tak ada yang mengeluh barang sepatah kata. Semua bersyukur, kebijakan Ratu Shima sebetapapun memojokkannya, dianggap memberi barokah, titah titisan Sang Hyang Maha Wenang.
Tak puas dengan sikap "setia" lingkaran dalamnya, Ratu Shima, sekali lagi menguji kesetiaan wong cilik, pemilik sah Kerajaan Kalingga dengan menghamparkan emas permata, perhiasan yang tak ternilai harganya di perempatan alun-alun dekat Istana tanpa penjagaan sama sekali. Kata Ratu Shima,"Segala macam perhiasan persembahan bagi Dewata agung ini jangan ada yang berani mencuri, siapa berani mencuri akan memanggil bala kutuk bagi Nagari Kalingga, karenanya, siapapun pencuri itu akan dipotong tangannya tanpa ampun!". Sontak Wong cilik dan lingkungan elit istana, bergetar hatinya, mereka benar-benar takut. Tak ada yang berani menjamah, hingga hari ke 40. Ratu Shima sempat bahagia.
Namun malang tak dapat ditolak. Esok harinya semua perhiasan itu lenyap tanpa bekas. Amarah menggejolak di hati sang penguasa Kalingga. Segera dititahkan para telik sandi mengusut wong cilik yang mungkin saja jadi maling di sekitar lokasi persembahan, sementara di Istana dibentuk Pansus,Panitia Khusus yang menguji para pejabat istana yang mendapat mutasi apes, atau yang Non Job diperiksa tuntas. Namun setelah diperiksa dengan seksama. Berpuluh laksa wong cilik tak ada yang pantas dicurigai sebagai pelaku, sementara pejabat istana pun berbondong, bersembah sujud, bersumpah setia kepada Ratu Shima. Mereka rela menyerahkan jiwanya apabila terbukti mencuri. Ratu Shima kehabisan akal.
Saat itu, Tukang istal kuda, takut-takut menghadap, badannya gemetar, matanya jelalatan melihat kiri kanan, amat ketakutan. "Maaf Tuanku Yang Mulia Ratu Agung Shima, perkenankan hamba memberi kesaksian, hamba bersedia mati untuk menyampaikan kebenaran ini. Hamba adalah saksi mata tunggal. Malam itu hamba menyaksikan Putra Mahkota mengambil diam-diam seluruh perhiasan persembahan itu. Maaf…," sujud sang tukang istal muda belia, mukanya seperti terbenam di lantai istana. "Apa, Putra Mahkota mencuri?!" Ratu Shima terperanjat bukan kepalang. Mukanya merah padam.. "Putraku, jawab dengan jujur, pakai nuranimu, benar apa yang dikatakan wong cilik dari kandang kuda ini?", tanya sang ibu menahan getar. Sang Putra Mahkota tiada menjawab, ia hanya mengangguk, lalu menunduk teramat malu. Ia mengharap belas kasih sang ibu yang membesarkannya dari kecil.
Sejenak istana teramat sunyi, hanya bunyi nafas yang terdengar, dan daun-daun jati emas yang jatuh luruh ke tanah."Prajurit, Demi tegaknya hukum, dan menjauhkan nagari Kalingga dari kutukan dewata, potong tangan Putra Mahkotaku, sekaramg juga…," perintah Sang Ratu Shima dengan muka keras. Seluruh penghuni istana dan rakyat jelata yang berlutut hingga alun-alun merintih memohon ampun, namun Sang Ratu tiada bergeming dari keputusannya. Hukuman tetap dilaksankana. Hal itu dituliskan dengan jelas di Prasasti Kalingga, yang masih bisa dilihat hingga kini.
Berdasarkan Naskah Wangsakerta disebutkan bahwa Ratu Shima berbesan dengan penguasa terakhir Tarumanegara.

Jumat, 18 Juni 2010

Piramida Poetihuacan Suku Aztec


Pada abad ke-13,ketika Orang2 Aztec menyapu masuk ke Meksiko Bagian Tengah,Kota Teotihuacan yang dulunya padat ini (kira2 puncak kejayaanya sekitar 400 M) telah sepi ditinggalakan para pembangunnya yang misterius.
Bahkan orang-orang Aztec yang ganas pun sangat terpukau saat pertama kali melihat bangunan piramida-piramida kematian ini.Pusat upacaranya yang megah,dimana puluhan ribu masyarakatnya berkumpul di tengah-tengah monumen batu keramat,terbenam di bawah rimbunnya pepohonan nan hijau.
Orang-orang Aztec menamai situs purbakala ini dan mengidentifikasi monumen2 paling agung dan megah sesuai dengan kepercayaannya sendiri,yaitu Piramida Matahari dan Piramida Bulan.
Karena berasumsi bahwa beberapa bangunan ini adalah makam,mereka menyebut jalan raya utamanya “Street of the Dead” (Jalan Para Arwah).
Makam2 yang berharga dan mengerikan baru-baru ini ditemukan di Piramida Bulan dalam penggalian yang dipimpin oleh Cabrera Castro dari National Institute of Antropology and History Meksiko,dan Saburo Sugiyama dari Aichi Prefectural University Jepang.Menggali jauh ke dalam struktur batu setinggi 43 meter,para arkeolog menemukan lima lokasi pemakaman.
Mereka membersihkan lapisan terakhir tanah dari dasar dan menemukan lokasi pembantaian yang mengerikan.Kepala-kepala tanpa tubuh dan jasad para pejuang dan para pejabat penting asing,mamalia karnivora,burung pemangsa,dan reptilia mematikan.

Dua kuburan massal yang terpaut jarak waktu setengah abad menyampaikan pesan yang sama,militer Teotihuacan mendominasi bagian dari Mesoamerika dengan kekuatan brutal.
Di bawah penggalian pengarah Saburo Sugiyama,terbaring jasad2 sepuluh pria dari sekitar tahun 300 M.Kemungkinan tawanan perang,mereka dibuat tunduk untuk selamanya,dengan tangan terikat dibelakang tubuh dan semua barang dan perhiasannya dilucuti,mereka dipenggal kepalanya dan dilempar ke sebuah timbunan.Semua korban ini adalah orang asing,seperti yang ditunjukkan oleh analisa tulang dan gigi bertahtakan batuan hijau dan pyrite.

Bukti-bukti menunjukkan,semua korban ini dibunuh dalam upacara ritual untuk menyucikan tahapan2 berikutnya dari konstruksi piramida ini.Kurban paling awal,dari sekitar tahun 200 M,menandai perluasan signifikan dari bangunan ini.Orang asing yang terluka,mungkin tahanan perang,tampaknya dikubur hidup-hidup.Tangannya diikat di belakang tubuhnya,aneka binatang lambang kekuatan mitologi dan militer mengelilingi mayat2 mereka.
Berbagai persembahan dibuat sangat indah,temasuk berbagai senjata obsidian,dan patung kecil dari batu hijau solid.Kemungkinana kurban2 ini dipersembahkan untuk seorang Dewi Perang.

Teotihuacan salah satu perkotaan pertama dibelahan bumi barat.Luasnya hampir 20 kilometer persegi,pada masa kejayaannya,kota perdagangan kaya dengan jaringan luas.
Tak diketahui sebabnya,kota ini runtuh mendadak sekitar tahun 600 M.Banyak penduduknya yang misterius melarikan diri,mereka meninggalakan sedikit catatan untuk digali informasinya.
Hanya tersisa reruntuhan kota dan aneka petunjuk yang menggugah rasa ingin tahu akan sebuah budaya yang pada masanya sangat kuat.

Lokasi teotihuacan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPSQwyLljVnxT2kkBwFfOQAj5qDq65O0j7WxYNiHUiho_JmVNfZTDNs2DyGcQdROkqr4Bkju18oRSxCimgjTrgQGpb25ZM9Pc5Mzk-LBxw7Jp7u5kOf6anQ3PC85slRQsH2Gp7R401aZ5-/s200/m-teotihuacan.jpg


Sekitar 1500 Masehi, Bangsa Aztec menguasai Meksiko. Bangsa ini memang dikenal kejam, para prajurit memburu manusia untuk dikuliti dan dikorbankan kepada para Dewa mereka. Satu hal yang menarik dari sejarah bangsa ini ialah adanya legenda mengenai suatu kota yang hilang. Kota kuno misterius yang fantastis dengan dipenuhi arsitektur-arsitektur luar biasa bernama Teotihuacan. Kota misterius yang hancur itu begitu besarnya, hingga saat suku Aztec menemukannya, mereka percaya pastilah itu tempat yang paling suci di seluruh alam semesta. Bangsa Aztec menamainya Teotihuacan yang memiliki arti tempat dewa-dewa. Kota kuno ini begitu menakjubkan, jaringan jalan-jalan panjang dan piramida-piramida besar berdiri di kota tersebut. Kota tersebut memiliki luas keseluruhan 12,8 km persegi, area yang lebih besar dari Kekaisaran Roma. Suku Aztec menyebut jalan utamanya sebagai jalan kematian dan mereka menamai 2 piramida terbesar sebagai Piramida Matahari dan Piramida Bulan. Dari bangkitnya sekitar tahun 1 Masehi hingga keruntuhannya 7 abad kemudian, Teotihuacan merupakan kota terbesar dibelahan bumi barat. Bangsa Aztec bahkan tidak pernah tahu siapa yang membangun kota besar ini dan mengapa mereka meninggalkannya. Dan hingga hari ini masih menjadi teka-teki membingungkan. Sesuatu hal yang mengerikan pastilah pernah terjadi di sini, hingga seluruh penduduknya lenyap tak berbekas sehingga mengubah kota besar tersebut menjadi sebuah kota hantu tak berpenghuni.

Di Kebudayaan kuno Afrika, Asia, Eropa dan Benua Amerika kita mengetahui alasan utama piramida-piramida besar dibangun, sebagian besar sebagai makam bagi keluarga kerajaan, adapula sebagai altar untuk melangsungkan upacara dan doa. Tapi Piramida di Teotihuacan adalah misteri. Tujuan utama dari pembangunan piramida di sini telah hilang ditelan waktu, karena para pembangun piramida hampir tak meninggalakan informasi apa-apa bagi kita. Kita tak tahu, mereka menyebut diri mereka sebagai bangsa apa? bahasa apakah yang mereka tuturkan atau dimana para penguasa dikubur? Mereka tak meninggalkan buku, sistem tulisan, sejarah tertulis masa lalu. Selama hampir seabad, ahli purbakala telah mengumpulkan banyak petunjuk. Lebih dari 900 ribu pecahan tembikar telah dianalisa, dinomori, dan dikemas. Makna dari beberapa artifak masih banyak diperdebatkan, namun penggalian belum lama ini mengungkap kisah tentang hidup dan mati dari kota piramida ini.

Walaupun merupakan sebuah kota besar, namun sebenarnya Teotihuacan merupakan suatu tempat yang terpencil di wilayah utara yang disebut Mesoamerika. Di awal mula millenium pertama Masehi, tempat tersebut hanyalah wilayah tandus dan gersang, lebih banyak kaktus daripada manusia. Lalu, mendadak hampir dalam semalam, populasi manusia meladak hingga pulahan ribu di kota itu. Bagaimana bisa tempat terpencil berdebu ini mendadak berubah menjadi kota terbesar se-Amerika?
Satu teori menyebutkan bahwa orang-orang kabur dari api para dewa, yaitu letusan gunung berapi mengerikan. Gunung mendadak meletus dan lava membanjiri lerengnya. Seluruh kota terkubur dan sungai-sungai terbendung. Lahan-lahan pertanian musnah dan mengalami kehancuran total. Saat mencari tempat aman, orang-orang yang selamat berhamubran menuju tempat yang akan dikenal sebagai Teotihuacan. Tapi kota itu adalah misteri di dalam misteri. Mengapa semua orang berlari ke tempat yang tandus ini? Padahal terdapat situs lain yang lebih jauh dari gunung berapi, dengan tanah yang lebih subur dan lebih banyak hujan.

Para pengungsi pasti tertarik ke lokasi ini karena ada sesuatu. Atau mungkin ada pemimpin berwibawa yang mengatur populasi pengungsi ini menjadi tatan baru, keharmonisan baru dengan semesta dan kosmos. Orang yang hubungannya sangat kuat pada kekuatan suci yang disukai para dewa. Pemimpin berwibawa itu kemudian berencana membuat persembahan besar untuk para dewa dari gunung berapi. Dimana unsur-unsur bangunan persembahan terdiri dari unsur yang membunuh keluarga mereka dan menghancurkan kota mereka dulu. Mereka akan membangun gunung berapi buatan manusia yaitu piramida. Kemudian sebuah kota dan cara hidup baru pun telah lahir. Piramida-piramida menghantarkan jaman baru, masa dengan tatanan dan harapan masa depan. Piramida-piramida raksasa yang masih tersisa hingga hari ini hanyalah merupakan suatu saksi bisu dari kejayaan di Teotihuacan. Para wisatawan datang dari mana-mana ke tempat yang luar biasa ini. Teotihuacan merupakan adikuasa pertama di Benua Amerika, keajaiban dunia kuno yang lahir dari bencana, dan dibangun oleh sejumlah pengungsi. Selama berabad-abad, keberhasilan mereka menarik orang untuk hidup dalam bayang-bayang piramida. Hingga bencana misterius lainnya entah bagaimana menghancurkan mimpi itu.

Apakah yang sebenarnya terjadi di Teotihuacan dimasa lalu sehingga penduduknya bisa lenyap tak berbekas seperti itu? Rahasianya terletak di jantung piramida-piramida itu sendiri. Di Puncak abad 4 M, tak ada tempat di bumi seperti Teotihuacan. Pada masa itu, Kerajaan Besar di Mesir sudah lama runtuh, Peradaban Klasik di Yunani telah memudar, Kekaisaran Roma sudah lama dijatuhkan kaum Bar-bar. Namun di belahan dunia lain, Teotihuacan sedang mencapai puncak kejayaannya. Beberapa hal penting yang terjadi di bumi, terjadi di Teotihuacan ini. Populasi saat itu membengkak dan mencapai 200 ribu jiwa, ini menjadikan Teotihuacan tak ada tandingannya di Mesoamerika maupun di dunia. Kota ini mengendalikan rute niaga dari Arizona sekarang hingga El Salvador, kekuasaanya membentang di seluruh Mesoamerika. Untuk membandingkan bagaimana keramaian Teotihuacan pada masa silam maka bandingkanlah dengan beberapa kota modern masa kini seperti New York, London, dll. Teotihuacan bisa digambarkan sebagai kota modern masa silam, imigran beruduyung-duyung datang untuk mencari penghidupan baru. Bisa dikatakan, orang dari seluruh Mesoamerika datang untuk hidup di kota piramida ini. Piramida-piramida diibaratkan sebagai pencakar langit yang mengisyaratkan kekuasaan dan dominasi.

Tafsiran Arkeologis menyebutkan bahwa kemungkinan terbesar mengapa kota itu ditinggalkan adalah adanya penemuan-penemuan mengerikan di jantung setiap piramida. Nantinya, tulang-belulang yang berserakan di dalamnya akan menyibak sifat asli dari Kota Besar ini. Mungkin merupakan kunci mengapa megakota yang begitu kuat dan mulia ini akan ditinggalkan oleh orang-orang yang membangunnya. Jauh di dalam kota terdapat bukti akan sisi lain dari Teotihuacan yang amat berbeda. Mungkin juga penuh kekerasan seperti Suku Maya atau Aztec, Teotihuacan juga punya masa lalu kelam dan berdarah. Saburo Sugiyama, Seorang Arkeologi yang telah bertahun-tauhn meneliti Artifak di Teotihuacan mendapatkan penemuan aneh jauh di dalam Piramida Bulan. Tualng belulang manusia berserakan muncul dari dalam tanah dan nampaknya tempat tersebut bukan merupakan penguburan normal. Kerangka-kerangka manusia itu terpenggal, lengan-lengan mereka diikat di punggung. Sesuatu yang keras, kelam dan mengerikan tentulah pernah terjadi disini. Ahli antropologi forensik, Michael Spence, yakin bahwa ia bisa tahu kisah sebenarnya orang-orang itu meninggal. Kerangka-kerangka manusia itu dulunya adalah koraban persembahan. Mereka mengorbankannya dengan mengikat lalu memukulinya minimal dua kali. Untuk menjaga kemakmuran kota piramida, nyawa mereka dipersembahkan untuk para dewa. Teotihuacan sebenarnya juga bukanlah merupaklan kota yang damai dan harmonis, mata uangnya adalah darah manusia. Teotihuacan juga dikatakan sering berperang, dan mereka memuaskan dewa-dewa mereka dengan darah para tawanan perang.

Tapi entah kenapa, di puncak kejayaannya dan pengaruhnya ada yang tak beres. Darah saja tak cukup, para dewa mengkhianati kota piramida. Selama lebih dari 5 abad kota ini berkembang, lalu disekitar abad 6 ia runtuh dan pusat kota yang suci itupun ditinggalkan. Sangat sulit dibayangkan mendadak kota ramai seperti New York misalnya ditinggalkan para penduduknya dalam waktu yang sangat cepat, begitupula Teotihuacan. Hilangnya para pembangun piramida ini adalah misteri besar yang bisa diselesaikan dengan petunjuk terkecil. Bukan dari piramidanya tapi dari gigi yang dikumpulkan dari kuburan kuno, sebab gigi termasuk cara terbaik memahami kesehatan seseorang. Gigi yang kuat menandakan kesehatan yang bagus, namun gigi yang ditemukan disini menunjukkan semuanya tidak baik. Di tahun-tahun terakhir kemansyuran kota itu, kesehatan penduduk tak sebaik sebelumnya. Sebab dari penurunan kesehatan ialah popularitas piramida itu sendiri. Terlalu banyak orang datang untuk hidup dalam bayangna perlindungannya. Kota ini menjadi sekumpulan jalanan padat, rawan penyakit dan bau buangan kotoran. Tak ada cukup makanan atau air minum sehingga menjadikan manusia hidup tidaklah panjang di Teotihuacan. Piramia-piramida itu terlalu sukses sehingga tidak menyadari bahwa kota ini tumbuh menuju titik kehancuran. Tumbuh perpecahan antara orang kaya dan miskin. Jalan utama kota saat itu menjadi wilayah terlarang bagi rakyat jelata. Lalu ada bencana terakhir yang tak bisa dicegah yaitu kekeringan. Kebutuhan akan hujan sangat mendesak, para pendeta bahkan membunuh bayi-bayi di kota itu dengan harapan air mata bayi dapat mendatangkan hujan.

Para ilmuwan dulu percaya saat runtuh dari dalam, kota itu juga diserang dan dimusnahkan oleh bangsa lain. Tapi ada sedikit bukti kekuasaan yang cukup besar diwilayah itu untuk menyerang dan mengalahkan kota selemah Teotihuacan. Teotihuacan pasti menghancurkan diri, lahir dari ketakutan akan gunung berapi, kota ini akan mati dalam api. Hampir 15 abad kemudian, bukti masih terlihat di dinding piramida dan kuil yaitu tanda-tanda pembakaran. Apinya begitu panas hingga menghanguskan batu. Mungkin terjadi secara spontan pada suatu malam, saat ritual suci pengorbanan memohon hujan atau makanan. Menurut suatu teori, warga kota bangkit memberontak dan membakar lambang kejayaan mereka dulu. Dan mereka percaya, dari seluruh penderitaan mereka bersumber pada piramida-piramida yang terletak di kota mereka. Petunjuk menarik mendukung teori ini, yaitu bukti samar kerusakan akibat api di 2000 kompleks apartemen di Teotihuacan.

Tapi teori lain jauh lebih aneh dan bahkan lebih menakutkan. Para arkeologis mendapati bukti tumpukan kayu hangus di reruntuhan kuil. Sisa-sisa api unggun besar dan bukan disebabkan oleh sebuah kekacauan, tapi sesuatu yang direncanakan. Pelakunya mungkin para pendeta yang melayani para dewa dan piramida. Mereka menganggap kejayaan Teotihuacan sudah berlalu, sehingga kediaman kekuasaansuci, lahan suci dari jalan kematian harus dibasmi. Mereka membakar kuil yang ada di puncak piramida, dan menghancurkan pahatan dewa-dewa mereka. Para pendeta merusak ikatan suci antara kota dan kosmos selamanya. Bak gunung berapi membara, kuil di puncak piramida terbakar. Pesan terakhir bagi para dewa, Teotihuacan sudah mati. Seiring waktu berjalan, para penduduk dengan cepat pula meninggalkan kota besar yang telah “sekarat” tersebut.

Jumat, 12 Maret 2010

Pambuka Tanggap Wacana Ing Dinten Iedhul Adha


Assalamu’alaikum wr. wb.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, para sedherek muslimin wal muslimat ingkang satuhu bagya mulya.
Puja miwah puji syukur alhamdhulillah mugi konjuk ing ngarsa dalem Allah SWT, ingkang sampun paring berkah saha hidayah dhumateng kita, bilih ing dalu punika kita sami saged makempal wonten ing ………….. saperlu angregengaken dinten ageng kangge kita umat Islam dinten Iedhul Adha utawi Idhul Qur’ban.
Bapak-bapak, ibu-ibu, kaum muslimin wal muslimat, dinten ari raya Idhul Qur’ban punika mengeti rikala kanjeng Nabi Ismail A.S. dipunsembelih tiyang sepuhipun inggih punika kanjeng Nabi Ibrahim A.S. minangka pangujining Allah SWT dhumateng kanjeng Nabi Ibrahim A.S. kaliyan putranipun Ismail. Kados pundi kataqwaan saha sih katresnanipun kanjeng nabi dhumateng Allah SWT. Awrat pundi tresnanipun dhumateng pangeranipun, punapa awrat tresnanipun dhumateng putranipun. Kabukten tresnanipun dhuma¬teng Allah langkung tresna dipuntimbangaken kaliyan tresnanipun dhumateng putranipun. Pramila kanthi. ikhlas Nabi Ibrahim A.S. rila ngurbanaken putranipun, kanthi panguwasaning Allah SWT. Prami¬la Ismail dipungantos satunggaling menda [domba]. Saking kedadosan punika saged kapendhet hikmahipun, bilih kita manungsa kedah ikhlas ngurbanaken bandha saha sadaya ingkang dipunkersakaken Allah SWT.
Kados pundi riwayat saha kadadosan ngengingi kanjeng Nabi Ibrahim dalah putranipun, ing samangke saged dipunpidhangetaken aturipun ………………… ing adicara candhakipun. Wasana, atur pambuka saking kula mboten perlu kula panjang lebaraken .
Akhirul kalam, Bilahittaufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Kawula nuwun!

Tanggap Wacana Upacara Pametaking Layon


Assalamu’alaikum wr. wb. ‘ ,
Innalillahi wa innaillahi roji’un.
Manungsa punika asalipun saking Pangeran, wangsulipun dhumateng Pangeran.
Bapak-bapak, ibu-ibu para ta’jiyah ingkang kinurmatan. Kula ingkang kajibah minangka wakilipun kulawarga ingkang nembe bela sungkawa (ingkang nandhang dhuhkita). Ingkang sepisan ngaturaken puja-puji pudyastuti dhateng Gusti ingkang Maha Kuwaos.
Ingkang kaping kalihipun,para ahli waris kulawarga ngaturaken gunging panuwun ingkang tanpa upami dhumateng para ta’jiyah sadaya ingkang sampun kersa ngrawuhi saha paring pakurmatan upacara angkatipun layon suwargi almarhum/almarhumah ……………
Kaping tiganipun, para ahli waris kulawarga sadaya ngaturaken agunging panuwun ingkang tanpa upami katur para sanak sedherek, pamong mitra tangga tepalih, ingkang sampun kanthi rila legawaning penggalih paring pambiyantu lan panyumbang ingkang awujud punapa kemawon tumrap upacara pakurmatan layon. Mugi-mugi sedaya sih kadarman lan amal kesaenan panjenengan sedaya pikantuka lelintu kanugrahaning Pangeran ingkang matikel-tikel.
Kaping sekawanipun, para ahli waris nyuwun gungan donga pamujinipun para ta’jiyah sadaya mugi-mugi rohipun aimarhum/almarhumah ………… pikantuka berkah rohmating Pangeran, pinaringan jembar kuburipun, lepas paranipun, pinaringana pajar marginipun, dipunapunten sedaya kalepatanipun, linebura sadaya dosa-dosanipun, katampia sadaya amal kautamanipun, katampia ing ngarsaning Gusti Allah SWT. Dipunpapanaken wonten ing ngarsanipun Pangeran satimbang kaliyan punapa ingkang dados kautamenipun wonten ing alam bebrayan. Saha mugi sadaya kulawarga ingkang tinilar pinaringan manah ikhlas, rila, lan narima ing takdir, saha pinaringan sabar lan tawakal, lan kekiyatan lahir batin anggenipun ngleksanani dharmaning agesang.Jer manungsa punika namung nampi punapa ingkang sampun tinakdiraken Gusti ingkang Maha Agung. Manungsa namung sadremi nglampah. Manungsa punika namuog titipanipun Pangeran ing sawanci-wanci kapundhut kita amung saged sumarah wonten ngarsaning Gusti ingkang Maha Agung.
Wasana, mbok bilih rikala sugengipun almarhum/almarhumah nggadhahi kalepatan, para ahli waris nyuwun gunging pangapunten.Kula kinten kirang prayogi manawi kathah-kathah anggen kula matur, lan sampun dumugi titiwancinipun layon badhe enggal kaangkataken. Pramila kula cekapi semanten kemawon atur kula,mbok bilih wonten klenta-klentuning atur, kula tansah nyuwun agunging samodra pangaksami.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Nuwun!

Tanggap Wacana Mengeti Dinten Ibu


Assalamu’alaikum wr. wb.
Ibu-ibu, para kadang remaja putri ingkang kinurmatan. Ing dinten punika menggah pengetan dinten Ibu ingkang kaping ……….
Prastawa ingkang kita pengeti kedadosan wonten ing tanggal 22 Desember 1928. Prastawa ing nginggil punika kedadosan tanggal 22 dumugi tanggal 25 Desember 1928, inggih punika dipunwontenakeh Konggres Wanita Indonesia ing Ngayogyakarta. Konggres punika kangge makempalaken organisasi-organisasi wanita supados makempal dados setunggal.
Pramila saking prastawa lajeng dinten tanggal 22 Desember katetepaken dados dinten Ibu.
Ibu-ibu minangka ibu Kulawarga saha ibu masyarakat. Manawi minangka ibu Kulawarga, ibu minangka pawestri ingkang nggulawenthah putra-putriipun. Kados pundi amrih dados putra saha putri ingkang ing tembenipun saged tanggel jawab dhumateng kulawarganipun, saged mikul dhuwur mendhem jero kulawarganipun. Menawi dados ibunipun masyarakat, kados pundi anggenipun para ibu saged nggulawenthah putra-putrinipun kangge asung bekti dhumateng bangsa negari lan agami. Ingkang tembenipun minangka generasi penerus badhe nerusaken tongkat estafet kepemimpinan.
Ing wekdal punika mboten kantun kula ngaturaken agenging panuwun dhumateng para ibu ingkang sampun kersa nggulawen¬thah putra-putrinipun tumuju dhumateng kasaenan.
Agenging perjuangan para ibu kados sampun ketingal wiwit jaman bangsa kita ngadani perang lumawan penjajah. Ibu-ibu sampun siap wonten garis ngajeng. Semanten ugi wonten ingkang mbiyantu wonten ing palang merah. Tumut ngrawat dhumateng prajurit-prajurit ingkang sami nandhang tatu. Bung Karno, Bapak Proklamator kita, ing bukunipun ingkang asesirah “SARINAH” sampun mendhet tuladha ngendikanipun Napoleon, “Kula nyuwun ibu-ibu ingkang sae, pramila badhe kula gantos bangsa ingkang sae”. Semanten ugi ngendikanipun pejuang India “Mahatma Gandhi”, “kathah sanget tindakan pakempalan kita ingkang mboten kasil ingkang dipunsebabaken kawontenanipun wanita”.
Semanten ugi hadist Nabi ngendikaken, “Bilih wanita punika saka gurunipun negari, menawi akhlak wanita awon pramila badhe awon ugi negarinipun, lan menawi kawontenan wanitanipun akhlakipun sae pramila badhe sae ugi negarinipun”. Ngginakaken pesan ing nginggil, pramila panci ageng tanggel jawabipun para Ibu. Lan sumangga kita kedah ngatos-atos amrih raharjanihg bangsa negari tuwin agami, awit ing tembe wonten ing astanipun para ibu.
Kirang prayogi bilih wacana punika kula beberaken sakelangkung kathah. Pramila kula cekapi semanten kemawon.
Wassalamu’alaikum wr. wb. Nuwun !

Tanggap Wacana Pambuka Mengeti Dinten Maulud Nabi


Assalamu’alaikum wr. wb.
Bapak-bapak, Ibu-ibu kaum muslimin saha muslimat ingkang dahat kinurmatan, saderengipun mangga sesarengan ngaturaken syukur alhamdulillah, dene kula panjenengan sami taksih pinaringan rahmat saha hidayatipun, katitik kula panjengan sekaiiyan taksih saged makempal wonten ing Masjid …………. riki.
Ing dalu {dinten) punika tanggal 12 Rabiulawal taun ……………. utawi tanggal …………. wulan ………… tahun …………… masehi, kita saged makempal wonten ing masjid ………. riki, ingkang saperlu mengeti maulid Nabi junjungan kita jenenganipun Nabi Agung Muhammad SAW, Rasullullah panutan umat Islam. Kula minangka ketua panitia penyelenggara pengetan Maulid Nabi ageng Muhammad Saw ing masjid riki ngaturaken gunging panuwun dhumateng para rawuh ingkang sampun kersa nglonggaraken wekdal hangrawuhi pengetan wiyosipun kanjeng Nabi Muhammad, minangka pratandha sampun manteb lan raos sadhar dhumateng agami Islam minangka pitedah kebahagiaan agesang wonten ing ngalam donya dumugi akherat.mBoten langkung, kula ngaturaken agunging panuwun dhumateng para mudha sanak sedherek ingkang sampun mbiyantu ngenthengaken saha tumut ngrigenaken pengetan Maulid Nabi punika. Kula minangka panitia penyelenggara mboten saged ngaturaken punapa-punapa kajawi pudya pudyastuti dhumateng Allah SWT mugi amal lan kesaenan panjenengan pikantuk lelintuingkang samurwatipun.Wondene inti saking pengetan punika badhe dipunwedharaken Bp Mubalegh ………….. saking …………….
Kula kinten rnenggah atur pambuka, kula cekapi semanten lan pengetan Maulid Nabi ing dalu punika kula bikak (kanthi tandha). Akhirul kalam bilfahit taufiq wal hidayah.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Nuwun !

Atur Pambuka Pengetan Isro’ Mi’roj


Assalamu’alaikum wr. wb.
Bapak-bapak, Ibu-ibu kaum musiimin lan muslimat ingkang kinurmatan.
Mangga kita sesarengan monjuk atur wonten ngarsanipun Gusti Aliah SWT ingkang sampun paring kanugrahan rahmat sarta hidayah, dene panjenengan sadaya dalasan kula taksih saged makempal wonten ing mriki saperlu ngawontenaken pengetan Isro’ Mi’roj.
Kula minangka panitia penyelenggara pengetan Isro’ mi’roj ing masjid punika ngaturaken agunging panuwun ingkang tanpa pepindhan dhumateng para musiimin lan muslimat ingkang sampun kersa nglonggaraken wekdal kanthi longgaring manah kersa ngrawuhi pengetan Isro’ mi’roj ing riki. Semanten ugi dhumateng para sanak kadang ingkang sampun. kersa mbiyantu bot repoting pahargyan pengetan Isro’ mi’roj punika. Kaum musiimin lan muslimat ingkang satuhu bagya mulya.
Ing daiu punika kaleres tanggal 27 Rajab utawi tangga ………. Wulan ………tahun …………. Masehi, kita sesarengan sami mengeti Isro’ mi’roj kanjeng Nabi Muhammad SAW. Bapak-bapak, ibu-ibu kaum musiimin lan muslimat ingkang satuhu bagya mulya. Isro’ mi’roj salah satunggaling kedadosan ingkang ageng sanget gina pitedahipun tumraping kita manungsa sak ndonya punika maliginipun umat Islam. Kangge ngyakinaken umat Islam bilih kanjeng Nabi Muhammad SAW ngawontenaken Isro’ inggih punika tindak ing wanci dalu saking Masjidil Haram dumugi ing Masjidil Aqsa ing Palestina, kanthi titihan Buraq inggih punika satunggaling khewan ingkang sampun kacawisaken Allah SWT. sanes Buraq pesawat terbang. Sarta sampun ngadani mi’raj, inggih punika minggah dhateng langit saking Masjidil Aqsa (Palestina) dhumateng Sridotul Muntoha inggih punika langit sap pitu.
Ing salebeting Isro’ lan Mi’raj punika kanjeng Nabi Muham¬mad pikantuk wahyu Sholat sadititen sadalu kaping gangsal. Ing samangke langkung cethanipun badhe kawedharaken Bp/lbu Mubaligh/Mubalighoh ………….. saking ………….
Kula kinten atur pambuka pengetan Isra” Mi’raj ing dalu punika kula cekapi semanten rumiyin. Mangga sesarengan kangge tetenger bilih pengetan punika dipunwiwiti maos basmallah sesarengan . Bismillahirrohmanirrochim.
Akhirul kalam billahit taufiq wal hidayah.’
Wassalamu’aiaikum wr. wb. nuwun.

Tanggap Wacana Peresmian Wisma


Assalamu’alaikum wr. wb.
Bapak-bapak, ibu-ibu ingkang satuhu bagya mulya, matur nuwun sanget dhumateng juru panata adicara ingkang sampun maringi wekdal dhumateng kula supados ngaturaken tanggap wacana pambuka peresmian wisma kados ingkang sampun karantam wonten ing rantamaning adicara.
Kanthi puja-puji syukur dhumateng Gusti ingkang Maha Agung, ingkang sampun paring rahmat Ian hidayahipun, katitik panjenengan sadaya saha kula taksih pinarengaken kempal manunggal silaturahim.wonten ing ngriki, kula minangka ketua Pembangunan Gedung SD ……….. ngaturaken panuwun ingkang tanpa pepindhan dhumateng Bp/lbu/Sdr. sekaliyan ingkang sampun paring sumbangsih kadarman ingkang arupi punapa kemawon: bau suku, rigen, pratikel ingkang tulus ikhlas. Langkung-langkung gedung SD ……….. punika minangka wadhah pembinaan putra-putra tunas kelajenganing bangsa.
mBoten kantun ugi kula ngaturaken gunging panuwun dhumateng pisungsung subsidi saking Pamarintah Pusat saking Bapak-bapak pejabat desa. Kula atas nami ketua pembangunan gedung SD ………… mboten saged ngaturaken punapa-punapa, pramila sagedipun namung ngaturaken puja puji pangastuti mugi-mugi lubering sih kautaman, sedaya kala wau pikantuka lelintu saking Gusti ingkang Maha Agung ingkang langkung ageng. Donga pudyastuti ugi katur dhumateng Kadang …………. minangka pemborong sarta sadaya karyawan ingkang sampun kanthi semangat lan pengabdian ingkang inggil lan rasa tanggel jawab ingkang ageng saged mungkasi pembangunah gedung SD punika kanthi rancangan tuwin wekdal ingkang sakmesthinipun.
Bapak-bapak, ibu-ibu para sedherek, ingkang kinurmatan. Kanthi paripurnaning bangunan gedung SD punika, sam¬pun kacekapan sedaya idham-idhamaning masyarakat, ingkang sampun matahun-tahun panjenengan sami idham-idhamaken, satunggaling gedung SD ingkang jangkep persyaratanipun. Kanthi wontenipun gedung SD punika, putra-putri panjenengan saged ngangsu kawruh wonten ing gedung punika. Salajengipun mangga sesarengan kita openi gedung …………… ingkang sampun sumadya, awit kangge njagi kelestarianipun punika langkung awrat katimbang ngadani satunggaling bangunan. Peresmian gedung punika samangke dipunadani Bp ………… ingkang sampun kajibah saha karantam wonten ing adicara.
Kirang wicaksana manawi atur pambuka kula pepanjang. Pramila kula cekapi semanten rumiyin atur tanggap wacana pambuka ing dalu punika. mBok bilih wonten kiranging atur saha kirang trapsilaning tindak tanduk anggen kula matur, mawantu-wantu nyuwun agunging samodra pangaksami.
Wassaiamu’alaikum wr. wb.
Matur nuwun !

Sabtu, 06 Maret 2010

Budaya Adalah Lambang Bangsa


Kita tahu bahwa budaya adalah ciri dan identitas suatu bangsa dan bangsa itu dikatakan beradab karena memiliki suatu budaya yang dibuat serta diturunkan turun-temurun oleh leluhur kita dahulu.Namun seiring dengan perkembangan jaman dan modernisasi kita seolah lupa akan budaya kita dan terpaku pada dunia modern dan hanya menganggap budaya adalah suatu sejarah yang pantas ditinggalkan.Tentulah leluhur kita akan menangis bila melihat sikap kita yang seperti ini terus.Bagaimanakah nasib anak cucu kita kelak bila budaya kita hilang? Apakah yang akan kita wariskan pada mereka? Apakah budaya bebas yang melampaui batas seperti sekarang ini? Apakah pantas negeri yang banyak budaya ini mulai kehilangan rona budayanya yang dulu bersinar gemilang bagai surya diujung tombak sehingga bangsa lain terkagum nekihatnya? Bagaimana identitas negara,bila budaya saja mulai pudar dan jarang yang bisa melestarikan? Apakah hanya menunggu sampai budaya kita dicuri negara lain,barulah kita bereaksi dan saling menyalahkan tanpa mengetahui bahwa diri kitalah yang paling bersalah sesungguhnya.

HAM Adalah Hak Dasar Manusia



Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu dilahirkan. Hak asasi dapat dirumuskan sebagai hak yang melekat dengan kodrat kita sebagai manusia yang bila tidak ada hak tersebut, mustahil kita dapat hidup sebagai manusia. Hak ini dimiliki oleh manusia semata – mata karena ia manusia, bukan karena pemberian masyarakat atau pemberian negara. Maka hak asasi manusia itu tidak tergantung dari pengakuan manusia lain, masyarakat lain, atau Negara lain. Hak asasi diperoleh manusia dari Penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan.

Sebagai manusia, ia makhluk Tuhan yang mempunyai martabat yang tinggi. Hak asasi manusia ada dan melekat pada setiap manusia. Oleh karena itu, bersifat universal, artinya berlaku di mana saja dan untuk siapa saja dan tidak dapat diambil oleh siapapun. Hak ini dibutuhkan manusia selain untuk melindungi diri dan martabat kemanusiaanya juga digunakan sebagai landasan moral dalam bergaul atau berhubungan dengan sesama manusia.
Pada setiap hak melekat kewajiban. Karena itu,selain ada hak asasi manusia, ada juga kewajiban asasi manusia, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan demi terlaksana atau tegaknya hak asasi manusia (HAM). Dalam menggunakan Hak Asasi Manusia, kita wajib untuk memperhatikan, menghormati, dan menghargai hak asasi yang juga dimiliki oleh orang lain.
Kesadaran akan hak asasi manusia , harga diri , harkat dan martabat kemanusiaannya, diawali sejak manusia ada di muka bumi. Hal itu disebabkan oleh hak – hak kemanusiaan yang sudah ada sejak manusia itu dilahirkan dan merupakan hak kodrati yang melekat pada diri manusia. Sejarah mencatat berbagai peristiwa besar di dunia ini sebagai suatu usaha untuk menegakkan hak asasi manusia.
Sebelum dibahas lebih mendalam mengenai hak asasi manusia di Indonesia, terlebih dahulu kita membahas sekelumit sejarah perkembangan dan perumusan hak asasi manusia di Dunia. Perkembangan atas pengakuan hak asasi manusia ini berjalan secara perlahan dan beraneka ragam. Perkembangan tersebut antara lain dapat ditelusuri sebagai berikut.

1. Hak Asasi Manusia di Yunani

Filosof Yunani, seperti Socrates (470-399 SM) dan Plato (428-348 SM) meletakkan dasar bagi perlindungan dan jaminan diakuinya hak – hak asasi manusia. Konsepsinya menganjurkan masyarakat untuk melakukan sosial kontrol kepada penguasa yang zalim dan tidak mengakui nilai – nilai keadilan dan kebenaran. Aristoteles (348-322 SM) mengajarkan pemerintah harus mendasarkan kekuasaannya pada kemauan dan kehendak warga negaranya.

2. Hak Asasi Manusia di Inggris

Inggris sering disebut–sebut sebagai negara pertama di dunia yang memperjuangkan hak asasi manusia. Tonggak pertama bagi kemenangan hak-hak asasi terjadi di Inggris. Perjuangan tersebut tampak dengan adanya berbagai dokumen kenegaraan yang berhasil disusun dan disahkan. Dokumen-dokumen tersebut adalah sebagai berikut :
ü MAGNA CHARTA
Pada awal abad XII Raja Richard yang dikenal adil dan bijaksana telah diganti oleh Raja John Lackland yang bertindak sewenang–wenang terhadap rakyat dan para bangsawan. Tindakan sewenang-wenang Raja John tersebut mengakibatkan rasa tidak puas dari para bangsawan yang akhirnya berhasil mengajak Raja John untuk membuat suatu perjanjian yang disebut Magna Charta atau Piagam Agung.
Magna Charta dicetuskan pada 15 Juni 1215 yang prinsip dasarnya memuat pembatasan kekuasaan raja dan hak asasi manusia lebih penting daripada kedaulatan raja. Tak seorang pun dari warga negara merdeka dapat ditahan atau dirampas harta kekayaannya atau diasingkan atau dengan cara apapun dirampas hak-haknya, kecuali berdasarkan pertimbangan hukum. Piagam Magna Charta itu menandakan kemenangan telah diraih sebab hak-hak tertentu yang prinsip telah diakui dan dijamin oleh pemerintah. Piagam tersebut menjadi lambang munculnya perlindungan terhadap hak-hak asasi karena ia mengajarkan bahwa hukum dan undang-undang derajatnya lebih tinggi daripada kekuasaan raja.
Isi Magna Charta adalah sebagai berikut :

Ø Raja beserta keturunannya berjanji akan menghormati kemerdekaan, hak, dan kebebasan Gereja Inggris.
Ø Raja berjanji kepada penduduk kerajaan yang bebas untuk memberikan hak-hak sebagi berikut :
à Para petugas keamanan dan pemungut pajak akan menghormati hak-hak penduduk.
à Polisi ataupun jaksa tidak dapat menuntut seseorang tanpa bukti dan saksi yang sah.
à Seseorang yang bukan budak tidak akan ditahan, ditangkap, dinyatakan bersalah tanpa perlindungan negara dan tanpa alasan hukum sebagai dasar tindakannya.
à Apabila seseorang tanpa perlindungan hukum sudah terlanjur ditahan, raja berjanji akan mengoreksi kesalahannya.
ü PETITION OF RIGHTS
Pada dasarnya Petition of Rights berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai hak-hak rakyat beserta jaminannya. Petisi ini diajukan oleh para bangsawan kepada raja di depan parlemen pada tahun 1628. Isinya secara garis besar menuntut hak-hak sebagai berikut :
Ø Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan.
Ø Warga negara tidak boleh dipaksakan menerima tentara di rumahnya.
Ø Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam keadaan damai.

ü HOBEAS CORPUS ACT
Hobeas Corpus Act adalah undang- undang yang mengatur tentang penahanan seseorang dibuat pada tahun 1679. Isinya adalah sebagai berikut :
Ø Seseorang yang ditahan segera diperiksa dalam waktu 2 hari setelah penahanan.
Ø Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah menurut hukum.
ü BILL OF RIGHTS
Bill of Rights merupakan undang-undang yang dicetuskan tahun 1689 dan diterima parlemen Inggris, yang isinya mengatur tentang :

Ø Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen.
Ø Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat.
Ø Pajak, undang-undang dan pembentukan tentara tetap harus seizin parlemen.
Ø Hak warga Negara untuk memeluk agama menurut kepercayaan masing-masing .
Ø Parlemen berhak untuk mengubah keputusan raja.

3. Hak Asasi Manusia di Amerika Serikat

Pemikiran filsuf John Locke (1632-1704) yang merumuskan hak-hak alam,seperti hak atas hidup, kebebasan, dan milik (life, liberty, and property) mengilhami sekaligus menjadi pegangan bagi rakyat Amerika sewaktu memberontak melawan penguasa Inggris pada tahun 1776. Pemikiran John Locke mengenai hak – hak dasar ini terlihat jelas dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang dikenal dengan DECLARATION OF INDEPENDENCE OF THE UNITED STATES.
Revolusi Amerika dengan Declaration of Independence-nya tanggal 4 Juli 1776, suatu deklarasi kemerdekaan yang diumumkan secara aklamasi oleh 13 negara bagian, merupakan pula piagam hak – hak asasi manusia karena mengandung pernyataan “Bahwa sesungguhnya semua bangsa diciptakan sama derajat oleh Maha Pencipta. Bahwa semua manusia dianugerahi oleh Penciptanya hak hidup, kemerdekaan, dan kebebasan untuk menikmati kebhagiaan.
John Locke menggambarkan keadaan status naturalis, ketika manusia telah memiliki hak-hak dasar secara perorangan. Dalam keadaan bersama-sama, hidup lebih maju seperti yang disebut dengan status civilis, locke berpendapat bahwa manusia yang berkedudukan sebagai warga negara hak-hak dasarnya dilindungi oleh negara.
Declaration of Independence di Amerika Serikat menempatkan Amerika sebagai negara yang memberi perlindungan dan jaminan hak-hak asasi manusia dalam konstitusinya, kendatipun secara resmi rakyat Perancis sudah lebih dulu memulainya sejak masa Rousseau. Kesemuanya atas jasa presiden Thomas Jefferson presiden Amerika Serikat lainnya yang terkenal sebagai “pendekar” hak asasi manusia adalah Abraham Lincoln, kemudian Woodrow Wilson dan Jimmy Carter.

Amanat Presiden Flanklin D. Roosevelt tentang “empat kebebasan” yang diucapkannya di depan Kongres Amerika Serikat tanggal 6 Januari 1941 yakni :
ü Kebebasan untuk berbicara dan melahirkan pikiran (freedom of speech and expression).
ü Kebebasan memilih agama sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya (freedom of religion).
ü Kebebasan dari rasa takut (freedom from fear).
ü Kebebasan dari kekurangan dan kelaparan (freedom from want).
Kebebasan- kebebasan tersebut dimaksudkan sebagai kebalikan dari kekejaman dan penindasan melawan fasisme di bawah totalitarisme Hitler (Jerman), Jepang, dan Italia. Kebebasan – kebebasan tersebut juga merupakan hak (kebebasan) bagi umat manusia untuk mencapai perdamaian dan kemerdekaan yang abadi. Empat kebebasan Roosevelt ini pada hakikatnya merupakan tiang penyangga hak-hak asasi manusia yang paling pokok dan mendasar.

4. Hak Asasi Manusia di Prancis

Perjuangan hak asasi manusia di Prancis dirumuskan dalam suatu naskah pada awal Revolusi Prancis. Perjuangan itu dilakukan untuk melawan kesewenang-wenangan rezim lama. Naskah tersebut dikenal dengan DECLARATION DES DROITS DE L’HOMME ET DU CITOYEN yaitu pernyataan mengenai hak-hak manusia dan warga negara. Pernyataan yang dicetuskan pada tahun 1789 ini mencanangkan hak atas kebebasan, kesamaan, dan persaudaraan atau kesetiakawanan (liberte, egalite, fraternite).
Lafayette merupakan pelopor penegakan hak asasi manusia masyarakat Prancis yang berada di Amerika ketika Revolusi Amerika meletus dan mengakibatkan tersusunnya Declaration des Droits de I’homme et du Citoyen. Kemudian di tahun 1791, semua hak-hak asasi manusia dicantumkan seluruhnya di dalam konstitusi Prancis yang kemudian ditambah dan diperluas lagi pada tahun 1793 dan 1848. Juga dalam konstitusi tahun 1793 dan 1795. revolusi ini diprakarsai pemikir – pemikir besar seperti : J.J. Rousseau, Voltaire, serta Montesquieu. Hak Asasi yang tersimpul dalam deklarasi itu antara lain :

1) Manusia dilahirkan merdeka dan tetap merdeka.
2) Manusia mempunyai hak yang sama.
3) Manusia merdeka berbuat sesuatu tanpa merugikan pihak lain.
4) Warga Negara mempunyai hak yang sama dan mempunyai kedudukan serta pekerjaan umum.
5) Manusia tidak boleh dituduh dan ditangkap selain menurut undang-undang.
6) Manusia mempunai kemerdekaan agama dan kepercayaan.
7) Manusia merdeka mengeluarkan pikiran.
Adanya kemerdekaan surat kabar.
9) Adanya kemerdekaan bersatu dan berapat.
10) Adanya kemerdekaan berserikat dan berkumpul.
11) Adanya kemerdekaan bekerja,berdagang, dan melaksanakan kerajinan.
12) Adanya kemerdekaan rumah tangga.
13) Adanya kemerdekaan hak milik.
14) Adanya kemedekaan lalu lintas.
15) Adanya hak hidup dan mencari nafkah.

5. Hak Asasi Manusia oleh PBB

Setelah perang dunia kedua, mulai tahun 1946, disusunlah rancangan piagam hak-hak asasi manusia oleh organisasi kerja sama untuk sosial ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terdiri dari 18 anggota. PBB membentuk komisi hak asasi manusia (commission of human right). Sidangnya dimulai pada bulan januari 1947 di bawah pimpinan Ny. Eleanor Rossevelt. Baru 2 tahun kemudian, tanggal 10 Desember 1948 Sidang Umum PBB yang diselenggarakan di Istana Chaillot, Paris menerima baik hasil kerja panitia tersebut. Karya itu berupa UNIVERSAL DECLARATION OF HUMAN RIGHTS atau Pernyataan Sedunia tentang Hak – Hak Asasi Manusia, yang terdiri dari 30 pasal. Dari 58 Negara yang terwakil dalam sidang umum tersebut, 48 negara menyatakan persetujuannya, 8 negara abstain, dan 2 negara lainnya absen. Oleh karena itu, setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari Hak Asasi Manusia.
Universal Declaration of Human Rights antara lain mencantumkan, Bahwa setiap orang mempunyai Hak :
ü Hidup
ü Kemerdekaan dan keamanan badan
ü Diakui kepribadiannya
ü Memperoleh pengakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum untuk mendapat jaminan hokum dalam perkara pidana, seperti diperiksa di muka umum, dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah
ü Masuk dan keluar wilayah suatu Negara
ü Mendapatkan asylum
ü Mendapatkan suatu kebangsaan
ü Mendapatkan hak milik atas benda
ü Bebas mengutarakan pikiran dan perasaan
ü Bebas memeluk agama
ü Mengeluarkan pendapat
ü Berapat dan berkumpul
ü Mendapat jaminan sosial
ü Mendapatkan pekerjaan
ü Berdagang
ü Mendapatkan pendidikan
ü Turut serta dalam gerakan kebudayaan dalam masyarakat
ü Menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan
Majelis umum memproklamirkan Pernyataan Sedunia tentang Hak Asasi Manusia itu sebagai tolak ukur umum hasil usaha sebagai rakyat dan bangsa dan menyerukan semua anggota dan semua bangsa agar memajukan dan menjamin pengakuan dan pematuhan hak-hak dan kebebasan- kebebasan yang termasuk dalam pernyataan tersebut. Meskipun bukan merupakan perjanjian, namun semua anggota PBB secara moral berkewajiban menerapkannya.

6. Hak Asasi Manusia di Indonesia

Hak Asasi Manusia di Indonesia bersumber dan bermuara pada pancasila. Yang artinya Hak Asasi Manusia mendapat jaminan kuat dari falsafah bangsa, yakni Pancasila. Bermuara pada Pancasila dimaksudkan bahwa pelaksanaan hak asasi manusia tersebut harus memperhatikan garis-garis yang telah ditentukan dalam ketentuan falsafah Pancasila. Bagi bangsa Indonesia, melaksanakan hak asasi manusia bukan berarti melaksanakan dengan sebebas-bebasnya, melainkan harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Hal ini disebabkan pada dasarnya memang tidak ada hak yang dapat dilaksanakan secara multak tanpa memperhatikan hak orang lain.
Setiap hak akan dibatasi oleh hak orang lain. Jika dalam melaksanakan hak, kita tidak memperhatikan hak orang lain,maka yang terjadi adalah benturan hak atau kepentingan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati melekat dan tidak terpisah dari manusia yang harus dilindungi, dihormati, dan ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusisan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecerdasan serta keadilan.
Berbagai instrumen hak asasi manusia yang dimiliki Negara Republik Indonesia,yakni:
ü Undang – Undang Dasar 1945
ü Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia
ü Undang – Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
Di Indonesia secara garis besar disimpulkan, hak-hak asasi manusia itu dapat dibeda-bedakan menjadi sebagai berikut :
Ø Hak – hak asasi pribadi (personal rights) yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama, dan kebebasan bergerak.
Ø Hak – hak asasi ekonomi (property rights) yang meliputi hak untuk memiliki sesuatu, hak untuk membeli dan menjual serta memanfaatkannya.
Ø Hak – hak asasi politik (political rights) yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan, hak pilih (dipilih dan memilih dalam pemilu) dan hak untuk mendirikan partai politik.
Ø Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan ( rights of legal equality).
Ø Hak – hak asasi sosial dan kebudayaan ( social and culture rights). Misalnya hak untuk memilih pendidikan dan hak untukmengembangkan kebudayaan.
Ø Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan (procedural rights). Misalnya peraturan dalam hal penahanan, penangkapan, penggeledahan, dan peradilan.
Secara konkret untuk pertama kali Hak Asasi Manusia dituangkan dalam Piagam Hak Asasi Manusia sebagai lampiran Ketetapan Permusyawarahan Rakyat Republik Indonesia Nomor XVII/MPR/1998.



















..>
Deklarasi HAM yang dicetuskan di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Desember 1948, tidak berlebihan jika dikatakan sebagai puncak peradaban umat manusia setelah dunia mengalami malapetaka akibat kekejaman dan keaiban yang dilakukan negara-negara Fasis dan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.
Deklarasi HAM sedunia itu mengandung makana ganda, baik ke luar (antar negara-negara) maupun ke dalam (antar negara-bangsa), berlaku bagi semua bangsa dan pemerintahan di negara-negaranya masing-masing. Makna ke luar adalah berupa komitmen untuk saling menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan antar negara-bangsa, agar terhindar dan tidak terjerumus lagi dalam malapetaka peperangan yang dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Sedangkan makna ke dalam, mengandung pengertian bahwa Deklarasi HAM seduania itu harus senantiasa menjadi kriteria objektif oleh rakyat dari masing-masing negara dalam menilai setiap kebijakan yang dikelauarkan oleh pemerintahnya.
Bagi negara-negara anggota PBB, Deklarasi itu sifatnya mengikat. Dengan demikian setiap pelanggaran atau penyimpangan dari Deklarasi HAM sedunia si suatu negara anggota PBB bukan semata-mata menjadi masalah intern rakyat dari negara yang bersangkutan, melainkan juga merupakan masalah bagi rakyat dan pemerintahan negara-negara anggota PBB lainnya. Mereka absah mempersoalkan dan mengadukan pemerintah pelanggar HAM di suatu negara ke Komisi Tinggi HAM PBB atau melalui lembaga-lembaga HAM internasional lainnya unuk mengutuk bahkan menjatuhkan sanksi internasional terhadap pemerintah yang bersangkutan.
Adapun hakikat universalitas HAM yang sesungguhnya, bahwa ke-30 pasal yang termaktub dalam Deklarasi HAM sedunia itu adalah standar nilai kemanusiaan yang berlaku bagi siapapun, dari kelas sosial dan latar belakang primordial apa pun serta bertempat tinggal di mana pun di muka bumi ini. Semua manusia adalah sama. Semua kandungan nilai-nilainya berlaku untuk semua.
Di Indonesia HAM sebenarnya telah lama ada. Sebagai contoh, HAM di Sulawesi Selatan telah dikenal sejak lama, kemudian ditulis dalam buku-buku adat (Lontarak). Antara lain dinyatakan dalam buku Lontarak (Tomatindo di Lagana) bahwa apabila raja berselisih faham dengan Dewan Adat, maka Raja harus mengalah. Tetapi apabila para Dewam Adat sendiri berselisih, maka rakyatlah yang memustuskan. Jadi asas-asas HAM yang telah disorot sekarang, semuanya sudah diterpkan oleh Raja-Raja dahulu, namun hal ini kurang diperhatikan karena sebagian ahli hukum Indonesia sendiri agaknya lebih suka mempelajari teori hukum Barat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa HAM sudah lama lahir di Indonesia, namun dalam perkembangannya tidak menonjol karena kurang dipublikasikan.
Human Rights selalu terkait dengan hak individu dan hak masyarakat. Ada yang bertanya mengapa tidak disebut hak dan kewajban asasi. Juga ada yang bertanya mengapa bukan Social Rights. Bukankan Social Rights mengutamakan masyarakat yang menjadi tujuan ? Sesungguhnya dalam Human Rights sudah implisit adanya kewajiban yang harus memperhatikan kepentingan masyarakat. Demikian juga tidak mungkin kita mengatakan ada hak kalau tanpa kewajiban. Orang yang dihormati haknya berkewajiban pula menghormati hak orang lain. Jadi saling hormat-menghormati terhadap masing-masing hak orang. Jadi jelaslah kalau ada hak berarti ada kewajiban. Contoh : seseorang yang berhak menuntut perbaikan upah, haruslah terlebih dahulu memenuhi kewajibannya meningkatkan hasil kerjanya. Dengan demikian tidak perlu dipergunakan istilah Social Rights karena kalau kita menghormati hak-hak perseorangan (anggota masyarakat), kiranya sudah termasuk pengertian bahwa dalam memanfaatkan haknya tersebut tidak boleh mengganggu kepentingan masyarakat. Yang perlu dijaga ialah keseimbangan antara hak dan kewajiban serta antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum (kepentingan masyarakat). Selain itu, perlu dijaga juga keseimbangan antara kebebasan dan tanggungjawab. Artinya, seseorang memiliki kebebasan bertindak semaunya, tetapi tidak memperkosa hak-hak orang lain.
Ada yang mengatakan bahwa pelaksanaan HAM di Indonesia harus sesuai dengan latar belakang budaya Indonesia. Artinya, Universal Declaration of Human Rights kita akui, hanya saja dalam implementasinya mungkin tidak sama dengan di negara-negara lain khususnya negara Barat yang latar belakang sejarah dan budayanya berbeda dengan kita. Memang benar bahwa negara-negara di dunia (tidak terkecualai Indonesia) memiliki kondisi-kondisi khusus di bidang politik, sosial, ekonomi, budaya dan lain sebagainya, yang bagaimanapun, tentu saja berpengaruh dalam pelaksanaan HAM. Tetapi, tidak berarti dengan adanya kondisi yang bersifat khusus tersebut, maka prinsip-prinsip mendasar HAM yang universal itu dapat dikaburkan apalagi diingkari. Sebab, universalitas HAM tidak identik dengan "penyeragaman". Sama dalam prinsip-prinsip mendasar, tetapi tidak mesti seragam dalam pelaksanaan. Disamping itu, apa yang disebut dengan kondisi bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Artinya, suatu kondisi tertentu tidak dapat dipergunakan sebagai patokan mutlak. Kondisi itu memiliki sifat yang berubah-ubah, dapat dipengaruhi dan diciptakan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, masalahnya adalah kembali kepada siapa yang mengkondisikan dan mengapa diciptakan kondisi seperti itu ?

SUMBANGAN PSIKOLOGI DALAM PENDIDIKAN

-->

Pendahuluan

      Pendidikan sebagai suatu proses perubahan tingkah laku, tidak akan mungkin dapat dilepaskan dari psikologi. Karena dalam pendidikan berhubungan erat dengan manusia. Jika kita membicarakan tentang manusia, maka akan banyak ilmu pengetahuan yang muncul berkaitan dengan eksistensi manusia. Kita mengambil contoh sosiologi yang mempelajari kehidupan manusia dalam berbagai satuan kelompok kecil seperti urutan dalam satuan keluarga, unit-unit pekerjaan, organisasi, kelompok profesi, kelompok-kelompok kemasyarakatan dan lain-lain. Antropologi mempelajari kehidupan manusia dalam kelompok-kelompok yang lebih besar dan terikat oleh suatu ikatan yang lebih bersifat permanen, turun-temurun seperti ras, suku bangsa, kebudayaan dan lain-laian. Sejarah mempelajari kehidupan manusia dalam urutan waktu dan peristiwa yang dialaminya. Fisiologi yang lebih menekankan pada aspek fisik atau jasmani manusia, seperti struktur tubuh, bagian-bagian dari tubuh serta fungsi dan cara kerja dari masing-masing aspek tersebut. Terlepas dari semua keinginan manusia yang selalu ingin tahu dunia luar diluar dirinya. Manusia juga memiliki kecenderungan untuk mempelajari dirinya sendiri, sehingga muncul suatu ilmu yang mempelajari diri sendiri manusia, atau dengan kata lain manusia ingin mengetahui keadaan manusia sendiri, manusia menjadi objek studi dari manusia. Hal ini yang memunculkan ilmu pengetahuan baru yang disebut psikologi, yang lebih menekankan kepada aspek pemahaman dan pengkajian sesuatu dari sudut karekateristik dan perilaku manusia, khususnya manusia sebagai individu.
      Individu yang dimaksud adalah individu manusia, namun bukan manusia pada umumnya, melainkan manusia yang memiliki keunikan dan karakteristik tertentu yang bersifat spesifik. Hal ini yang membedakan psikologi dengan cabang-cabang ilmu lain yang sama-sama mengkaji tentang manusia. Adapun pendidikan, merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang lebih menekankan kepada mendidik, membimbing dan mengarahkan manusia menuju arah yang lebih baik, secara jasmani maupun rohani. Sehingga antara pendidikan dan psikologi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Karena keduanya saling mendukung dan saling melengkapi. Untuk mewujudkan manusia yang bertingkah laku atau berperilaku lebih baik, maka manusia itu harus dididik dalam suatu proses pendidikan. Pendidikan sendiri tidak akan berjalan secara optimal, efektif dan efisien apabila mengesampingkan faktor psikologis manusia. Dalam proses pendidikan manusia memiliki karakteristik dan keunikan yang berbeda satu sama lain. Hal ini membutuhkan pengelolaan yang berbeda. Bagitu pun apabila ditinjau dari sudut perkembangan, pertumbuhan, jenis kelamin manusia tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan yang dilakukan tidak akan sama. Oleh karena itu, penting bagi pendidik maupun calon pendidik untuk menguasai ilmu pengetahuan psikologi, agar dalam proses pendidikannya mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi pada peserta didiknya.
Adapun dalam kajian ini berupaya untuk mengeksplorasi sumbangan atau kontribusi psikologi dalam pendidikan. Apa sumbangan atau kontribusi yang diberikan psikologi dalam pendidikan? Apakah tujuan pendidikan akan tercapai apabila mengesampingkan aspek psikologis ini? Prolematika tersebut muncul karena dalam pendidikan tidak bisa dilepaskan dari dukungan cabang ilmu psikologi ini.
Arti Psikologi dan Psikologi Pendidikan.
     Secara etimologis, psikologi berasal dari kata “psyche” yang berarti jiwa atau nafas hidup, dan “logos” atau ilmu. Dilihat dari arti kata tersebut seolah-olah psikologi merupakan ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jika kita mengacu pada salah satu syarat ilmu yakni adanya obyek yang dipelajari, maka tidaklah tepat jika kita mengartikan psikologi sebagai ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa, karena jiwa merupakan sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak bisa diamati secara langsung.
Berkenaan dengan obyek psikologi ini, maka yang paling mungkin untuk diamati dan dikaji adalah manifestasi dari jiwa itu sendiri yakni dalam bentuk perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian, psikologi kiranya dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
      Interaksi individu dengan lingkungannya yang cukup kompleks akan memunculkan baragam jenis pengalaman yang berbeda-beda, yang pada gilirannya akan mengubah intensitas nilai terhadap dirinya dan terhadap orang lain. Kenyataan ini semakin terasa dalam struktur masyarakat dewasa ini. Misalnya, interaksi orang tua dan anak di lingkungan keluarga, guru dan murid di sekolah, manajer dan karyawan di perusahaan, dokter dan pasien di rumah sakit dan lain sebagainya. Kenyataan ini, sudah tentu akan melahirkan problematika baru dalam psikologi dan menghendaki pengkajian secara khusus. Sehingga dari sini akan muncul beragam istilah psikologi, yaitu psikologi anak, psikologi pendidikan, psikologi keluarga, psikologi perusahaan dan lain sebagainya. Namun demikian, kajian kita saat ini lebih terfokus kepada psikologi pendidikan. Jika mengetahui makna psikologi sebagaimana tersebut di atas, maka psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungan pendidikan atau boleh dikatakan sebagai proses interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam suatu situasi pendidikan.
     Pemaknaan psikologi pendidikan tersebut, pada kenyataanya mengalami perkembangan yang lebih mengerucut kepada psikologi yang berhubungan dengan proses belajar, sebagaimana diungkap oleh beberapa ahli. Crow and Crow, berpendapat bahwa:
Educational psychologi describes and explains the learning experiences of an individual from birth through old age. Its subject matter and concerned with the conditions that affect learning.
“Psikologi pendidikan menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dialami individu dari sejak lahir sampai berusia lanjut, terutama yang menyangkut kondisi-kondisi yang mempengaruhi belajar”
Sementara itu, Witherington, berpendapat bahwa:
A systematic study of the process and factors involved in the education of human being is called educational psychology
“Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang terdapat dalam pendidikan manusia”
Adapun dari kedua pendapat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa psikologi pendidikan merupakan studi yang secara sistematis berkaitan dengan proses pendidikan yang dialami oleh individu manusia, khususnya belajar mulai dari sejak lahir sampai berusia lanjut. Hal ini senada diungkapkan oleh sebuah hadits Nabi yang berarti “carilah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat”. Walaupun seandainya ditinjau keberadaan hadits tersebut kurang pas apabila dikaitkan dengan psikologi, karena bersifat anjuran. Namun demikian, isi proses dalam anjuran tersebut tersimpan banyak hal terkait dengan psikologi pendidikan sebagaimana diungkap para tokoh tersebut.

Ruang Lingkup Psikologi dalam Pendidikan

       Pada pembahasan sebagaimana tersebut di atas, bahwa mengkaji manusia dalam sudut padang psikologi cukup beragam, yang akan memuncul ilmu psikologi baru seperti psikologi keluarga, psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi pria dan wanita serta lain sebagainya. Psikologi pendidikan sebagai sebuah disiplin ilmu psikologi yang khusus mempelajari, meneliti dan membahas seluruh tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses pendidikan itu, meliputi tingkah laku belajar (oleh peserta didik), tingkah laku mengajar (oleh pendidik) dan tingkah laku belajar-mengajar (oleh pendidik dan peserta didik yang saling berinteraksi).
Inti permasalahan psikologis dalam psikologi pendidikan tanpa mengabaikan persoalan psikologi pendidik, terletak pada peserta didik. Pendidikan pada hakikatnya adalah pelayanan yang khusus diperuntukkan bagi peserta didik. Karena itu, ruang lingkup pokok bahasan psikologi pendidikan, selain teori-teori psikologi pendidikan sebagai suatu ilmu, juga berbagai aspek psikologis para peserta didik khususnya ketika mereka terlibat dalam proses belajar dan proses belajar mengajar. Oleh karena itu secara garis besar, banyak membatasi pokok bahasan psikologi pendidikan menjadi tiga macam:

a. Mengenai belajar, yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip, dan ciri-ciri khas perilaku belajar peserta didik dan sebagainya.
b. Mengenai proses belajar, yakni tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar peserta didik dan sebagainya.
c. Mengenai situasi belajar, yakni suasana dan keadaan lingkungan baik bersifat fisik maupun non fisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar peserta didik.
Sementara itu, Samuel Smith sebagaimana dikutip oleh Suryabarata, menetapkan 16 topik yang dibahas dalam psikologi pendidikan, yaitu:

1. Pengetahuan tentang psikologi pendidikan (the science of educational psychology).
2. Hereditas atau karakteristik pembawaan sejak lahir (heredity).
3. Lingkungan yang bersifat fisik (physical structure).
4. Perkembangan siswa (growth).
5. Proses-proses tingkah laku (behavior process).
6. Hakikat dan ruang lingkup belajar (nature and scope of learning).
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar (factors that condition learning).
8. Hukum-hukum dan teori-teori belajar (laws and theories of learning).
9. Pengukuran, yakni prinsip-prinsip dasar dan batasan-batasan pengukuran/evaluasi (measurement: basic principles and definitions).
10. Transfer belajar, meliputi mata pelajaran (transfer of learning subject matters).
11. Sudut-sudut pandang praktis mengenai pengukuran (practical aspects of measurement).
12. Ilmu statistik dasar (element of statistics).
13. Kesehatan rohani (mental hygiene).
14. Pendidikan membentuk watak (character education).
15. Pengetahuan psikologi tentang mata pelajaran sekolah menengah (psychology of secondary school subjects).
16. Pengetahuan psikologi tentang mata pelajaran sekolah dasar (pscychology of elementary school subjects).
       Namun dari keenam belas bahasan tersebut di atas, konon telah dikupas oleh hampir semua ahli yang diselidiki Smith, walaupun porsi (jumlah bagian) yang diberikan dalam pengupasan tersebut tidak sama.
Dari ruang lingkup psikologi pendidikan tersebut menunjukkan bahwa sangat jelas masalah belajar merupakan titik sentral dan vital dalam suatu proses pendidikan. Sehingga berhasil tidaknya suatu tujuan pendidikan, tergantung kepada proses belajar mengajar yang terjadi baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Sumbangan Psikologi dalam Pendidikan
Dahulu, sebelum psikologi memasuki lembaga yang menghasilkan tenaga berpendidikan talah berkembang beberapa anggapan bahwa pengetahuan dan penguasaan akan bahan pelajaran secara otomatis akan memberikan kemampuan atau kompetensi untuk mengajarkanya. Anggapan lainnya, jika kemampuan dan ketrampilan mengajar terpisah dari pengetahuan tentang bahan pelajaran yang ada, maka kemampuan dan ketrampilan tersebut merupakan pembawaannya. Dengan kata lain, anggapan yang terakhir, melahirkan pernyataan “guru-guru/ pendidik dilahirkan sebagai guru/pendidik, bukannya dipersiapkan”(teachers are born, not made).
Sudah tentu, kedua anggapan tersebut tidak menunjukkan keahliannya, baik seluruhnya maupun sebagian. Terhadap anggapan pertama, keahlian atau validitasnya dapat digugurkan berdasarkan atas pengalaman sehari-hari. Suatu gejala yang sudah lazim terdapat pada pengalaman tiap orang menunjukkan bahwa sarjana baik laki-laki maupun wanita, betapapun kompetennya, namun belumlah tentu dapat menjamin dia mampu menyampaikan pengetahuannya kepada para peserta didik dengan baik. Sebaliknya, cukup banyak sarjana yang kurang kompeten, ternyata lebih berhasil sebagai pendidik/guru.
Sedangkan terhadap anggapan yang kedua, tidak sepenuhnya mengandung kesahihan. Memang, tak seorang pun menyangkal bahwa tiap-tiap orang ada ketidaksamaan dalam hal bakat pembawaan mengajar. Paling tidak ada dua hal – yaitu dalam hal kemampuan untuk menemukannya secara intuitif atau belajar dari orang lain tentang prinsip-prinsip belajar-mengajar yang sahih dan dalam hal kemampuannya untuk melaksanakan prinsip-prinsip tersebut dengan berhasil. Perkiraan yang tepat adalah sebagian mereka yang berintelegensi normal akan dapat memanfaatkan dan mengambil keuntungan sebagian pengajaran yang sistematis yang dibenarkan secara logis dan empiris tentang sifat dan keudahan dalam proses belajar. Bagi mereka yang kurang berbakat, setidak-tidaknya akan dapat menjadi guru yang baik, sedangkan bagi mereka yang berbakat lebih baik, justru akan dapat mengembangkan dengan lebih baik lagi tiap kapasitas yang dimilikinya. Bagaimanapun, yang ideal ialah dilakukannya proses seleksi yang sedemikian rupa dalam penerimaan calon pendidik/guru agar psikologi pendidikan benar-benar dapat memainkan peran dan fungsinya dengan jelas.
Untuk memperkuat uraian tersebut, baiklah dikemukakan contoh sebagai berikut, jika orang hendak mengajarkan bidang studi matematika atau bidang studi pendidikan agama, misalnya. Paling tidak ia perlu memahami dan menguasai empat hal, yaitu: pertama, tujuan yang ingin dicapai; kedua, materi yang akan disampaikan; ketiga, sifat dan hakikat anak didik; dan keempat, metode mengajar dan alat-alat peraganya.
Terhadap masalah yang kedua, yaitu yang menyangkut masalah atau materi yang akan disajikan, biasanya telah dipelajari calon pendidik/guru sebelum ia disiapkan secara teknis untuk menjadi guru/pendidik. Terhadap masalah pertama dan keempat, yaitu tujuan yang ingin dicapai dan metode mengajar dan alat-alat peraga yang diperlukan, kesemuannya dapat dimasukkan ke dalam seni dan ketrampilan mengajar serta prosedur pengembangan dalam proses belajar mengajar. Sedangkan terhadap masalah yang ketiga, yaitu sifat hakikat peserta didik, ini menyangkut pengetahuan dan pemahaman kejiwaan anak didik, ini menyangkut pengetahuan dan pemahaman kejiwaan anak didik dalam proses belajarnya. Dan terhadap masalah yang terakhir inilah nampak dengan jelas betapa pentingnya psikologi pendidikan bagi guru/pendidik, maupun calon pendidik.
Jadi, berdasarkan atas uraian di atas, dapatlah ditegaskan bahwa psikologi pendidikan sebagai suatu ilmu pengetahuan merupakan suatu keharusan di lembaga-lembaga pendidikan guru/pendidik. Dan penegasan ini pun mendasarkan atas dua dimensi pemikiran. Pertama, sifat dan jenis belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya yang kemudian dapat diidentifikasikan secara meyakinkan. Kedua, pengetahuan yang serupa itu dapat disistematisasikan dan disampaikan secara efektif kepada para calon pendidik/guru. Dari kedua dimensi pemikiran inilah para calon pendidik/guru dapat mengambil manfaat dan keuntungannya.
Walaupun demikian, perlu disadari bahwa psikologi pendidikan bukan merupakan satu-satunya syarat untuk mempersiapkan dan menjadikan seseorang bisa menjadi pendidik/guru yang baik. Sebab, masih cukup banyak persyaratan lainnya, antara lain, bakat, minat, komitmen, motivasi dan latihan serta penguasaan metodologi pengajaran.
Penutup
Pendidikan sebagai suatu proses perubahan tingkah laku, sekaligus juga proses interaksi antara peserta didik dan pendidik dalam suatu lingkungan tertentu. Senantiasa tidak bisa dipisahkan dari psikologi. Karena memang obyek dari pendidikan itu sendiri adalah individu manusia yang memiliki perilaku, karakteristik dan kemampuan yang berbeda satu sama lain. Di sinilah peran penting psikologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu, wajib bagi suatu lembaga yang mencetak kader-kader pendidik/guru untuk memberikan ilmu pengetahuan psikologi kepada mereka calon pendidi tersebut. Adapun untuk para pendidik/guru sudah selayaknya menguasai ilmu psikologi ini, agar dalam proses belajar mengajar bisa meminimalisir kegagalan dalam penyampaian materi pelajarannya. Walaupun demikian, perlu disadari bahwa psikologi pendidikan bukan merupakan satu-satunya syarat untuk mempersiapkan dan menjadikan seseorang bisa menjadi pendidik/guru yang baik. Sebab, masih cukup banyak persyaratan lainnya, antara lain, bakat, minat, komitmen, motivasi dan latihan serta penguasaan metodologi pengajaran.

Naskah Drama: SITI NURBAYA (English Version)




In the afternoon, Datuk Maringgih come to the house of Siti Nurbaya’s Family. He enter the room in hurry, and without make a permission to the host.

(He grumble with himself)
Datuk Maringgih : “Where is anybody?”
(He shout )
Datuk Maringgih : “Anybody home?”
(Siti’s mother come out, she’s so surprised, but she try to calm down)
Mother : “ Datuk Maringgih, how are you?”
Datuk Maringgih : “You don’t need to know it. You can see it by yourself. I don’t like your way. Just wasting the time. Time is money”
Mother : (Still with her smile) “Ok, please sit down. We can talk it well”.
(Datuk sit down with arrogant)
Datuk Maringgih : “Are you able to pay your loan now?”
Mother : (She lose her smile, and become more serious) I’m sorry Datuk.
I think, there is a little chance that I can pay my loan with the interest”
Datuk Maringgih : “But you said that you would pay your loan and the interest this day. You just wasting my time,”
Mother : It’s impossible to pay my debt. I don’t have any money. You have known it, since my husband died………I…..
Datuk Maringgih : “I don’t care bout your husband. I just want my money back,”
Mother : “I’ll pay it. But not at this time,”
(Suddenly, Siti enter the living room)
Siti : What’s happened here?”
Mother : “Nothing, Datuk come to take his money back,”
(Datuk Maringgih see Siti from up to down, then he smile)
Datuk Maringgih : “OK. If you can’t pay, I won’t take the problem with you,”
Mother : “really?”
Datuk Maringgih : “Yes, but your daughter must marry with me, do you agree?”
Mother : “ Excuse me?”
Datuk Maringgih : “ I wanna marry your daughter,”
Siti : “ Forget it, Old man. I will not marry with you. I have a boyfriend.
Mother : She’s right. I don’t agree with your idea Datuk.
Datuk Maringgih : “ Samsul Bahri? What do you hope with a boy like him? He is a poor boy. You must marry with me. If you refuse my will, I’ll take your home and your garden as a payment of your father’s credit on me,”
(Datuk Maringgih directly go, without waiting the Siti’s answer anymore. Siti hold her mother and cry in his shoulder)


(Siti and Samsul Bahri are sitting down, their face is so serious)
Siti : “He want me to marry him, but I don’t. I love you Bahri. I can’t leave you,”
Samsul : So do I Siti. I’ll try to help your family. I’ll talk to my father… or I’ll find a job,”
Siti : It’s impossible Bahri. You know your mother doesn’t permit our relationship,”
Samsul : There’s not impossible in love Siti. Believe in me.
Siti : “ I believe in you….., but I’m not sure your family will help me,”
Samsul : OK Siti…, I promise, I won’t let him take you away from me”

(In Samsul Bahri’s house)
Mother :I don’t agree with your idea to marry Siti Nurbaya, Samsul. Your father had talked it with me last week. Our family can’t accepted her.
Samsul : OH, please mom. Let me marry her. Datuk Maringgih will marry her, if her mother can’t pay her loan,”
Mother : What’s wrong with you? That’s not our own business. Why do we must pay her loan? There a lot of beautiful girl in this world Samsul,”
Samsul : “But I just want Siti,”
Mother : “ You are blinded with love. Open your eyes…., she isn’t good girl”
Samsul : “ Nonsense. You can’t understand me mom.”
Mother : “ I just want the best for you Samsul…”.
Samsul : “ And sometimes you make a mistake with what you do mom,”
Mother : “ It’s imposible Samsul. I’m your mom. I know the best and the worst thing for you. Hear me, you won’t be happy with her. You must hear me…,Samsul.
( After 2 month )
Samsul walks to Siti’s house. There is a crowded in there. He talk to Siti’s aunt.

Samsul : “What’s happened here,”
Aunt : “ Samsul, it’s too late. You come too late. Siti has married just now….This is the wedding party,”
Samsul : “ Marry?”
Aunt : “ Yes..,Samsul. Datuk Maringgih force her. Her mother can’t pay the loan,so she has to marry with Datuk Marringgih. First, Siti always believe that you will come and save her. She comes again and again to your house. But your mother chased away her….She cried all of night before she married,”
Samsul : “ OH, Siti….,” (he run to the place which the party hold)
Aunt : “ You can’t do anything. She has married. Don’t disobey our custom,Samsul. You must let her to build her new life peacefully”
Samsul : (He don’t listen Siti’s aunt words. He run)“Siti…..”

(Siti look at Samsul. She cry and run to Samsul….the people watch her. There’s no one can say anything)
Siti : “Samsul, where did you go?”
Samsul : “ I found a money, Siti……,”
Siti : “ It’s too late, I’ve married….Samsul…..(Siti cries)….I can’t object….,”
Samsul : “ I’m sorry Siti….,”
Datuk Maringgih : “ Siti you are my wife…, enter your room!!! I will talk with Samsul,”
Siti : “ No, Datuk…., You don’t need talk to Samsul. Samsul will leave this place,”
Samsul : “She is right, but I’ll take her. Come on Siti,”

(Samsul take Siti’s hand. They run away from the wedding party. Datuk and his
bodyguard run after him)

CARA MENDAUR ULANG KERTAS

*Alat dan Bahan

Membuat kertas daur ulang ini tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Alat dan bahannya bisa diperoleh dengan mudah dari lingkungan di sekitar kita. Alat yang kita butuhkan hanyalah dua buah ember besar, blender untuk menghancurkan kertas, satu atau lebih cetakan kertas yang tersebut dari dua buah bingkai kayu dan spons untuk menyerap air. Untuk mencetak kertas kita membutuhkan satu bingkai kayu dengan saringan kawat dan satu bingkai tanpa saringan. Saringian kawat ini bisa dibuat dari kain kassa. Ukuran bingkai kayu untuk cetakan kertas ini kita sesuaikan dengan ukuran kertas yang diinginkan, misalnya ukuran folio, atau double polio. Jangan lupakan pula selembar kain bekas yang panjangnya cukup untuk alas menjemur kertas yang sudah jadi. Di sini kita bisa memanfaatkan kain bekas spanduk. Bahan untuk membuat kertas daur ulang ini adalah air, kertas-kertas, bekas pakai serta daun-daun atau bunga-bunga kering untuk hiasan.

*Cara Membuat

Cara membuatnya juga sangat mudah. Pertama kita hancurkan kertas-kertas bekas itu dengan cara menyobek-nyobeknya hingga berbentuk serpihan-serpihan kecil. Semakin kecil dan semakin halus sobekan kerta itu akan semakin bagus. Kemudian sobekan-sobekan kerta ini kita rendam dalam seember air selama minimal dua malam. Semakin lama merendam semakin baik. Untuk membantu proses pelarutan tinta dalam kerta bekas, maka rendaman kertas ini bisa kita rebut selama satu atau dua jam. Setelah rebusan kerta ini mendingin, kita blender rebusan ini sampai benar-benar hancur, hingga menjadi bubur kertas. Bubur kertas yang kental ini kemudian kita larutkan sedikit demi sedikit dalam seember air, dengan perbandingan kurang lebih 1:10, atau kita perkirakan sesuai dengan ketebalan kertas yang kita inginkan. Semakin tebal kertas yang kita inginkan, semakin kentallah campuran yang harus kita buang. Campur bubur kertas dengan air hingga benar-benar larut. Kertas pun siap kita cetak dengan memakai cetakan kertas yang telah disediakan.
Mencetak kertas daur ulang ini juga memerlukan trik khusus agar hasilnya baik. Ember yang dipakai untuk mencampur bubur kertas dengan air itu, haruslah yang berukuran besar, agar cetakan kertas bisa masuk seluruhnya ke dalam ember. untuk mencetak, kita lekatkan dua buah bingkai kayu sebagai cetakan kertas. Bingkai kayu yang tak memiliki saringan kawat ditempelkan pada sisi bingkai kayu yang ada saringan kawatnya. Kemudian cetakan kertas ini kita masukkan dari pinggir ember dengan posisi tegak lurus, horisontal, sejajar dengan ember. Kita celupkan cetakan ini hingga masuk seluruhnya ke dalam ember. Setelah itu, baru kita angkat kertas itu perlahan-lahan. Tunggu hingga air yang menetes dari cetakan habis. Kemudian angkat bingkai kayu yang tak memiliki saringan kawat dengan hati-hati agar kertas yang sudah dicetak tidak rusak dan cetak kertas di atas kain alas. Cara mencetaknya, tempelkan bingkai kayu yang berisi bubur kertas ke atas kain alas. Serap air yang ada di dalam kertas yang dicetak dengan menggunakan spons. Gerakkan spons dengan gerakan satu arah di atas kertas. Berhati-hatilah agar kertas yang dicetak tidak robek. Peras dan keringkan spons kemudian gunakan kembali untuk menyerap air dalam kertas. Ulangi hingga air di atas kertas habis, kemudian angkat cetakan kertas dengan hati-hati. Jemur hingga kertas mengering.
Untuk variasi, kertas daur ulang ini kita bisa kita warnai sesuai dengan keinginan kita. Sebagai pewarna alami, kita bisa memakai daun pandan atau daun-daun yang lain untuk warna hijau. Untuk warna kuning kita bisa memakai kunyit, dan untuk warna merah, kita bisa memakai daun jati yang ditambuk atau kayu secang yang telah direbus terlebih dahulu. Caranya, tumbuk atau parut bahan pewarna alami yang kita inginkan, peras dan saring, ambil airnya untuk mewarnai. Pewarna alami ini bisa kita campurkan pada waktu kita mencetak kertas. Selain itu kita juga bisa menambahkan hiasan berupa serpihan daun-daun atau bunga, agar kertas daur ulang kita terlihat lebih artistik. Penambahan hiasan bisa dilakukan dengan mencampurkan serpihan bunga dan daun pada bubur kertas atau dengan menghiaskannya pada waktu kertas baru usai dicetak.
Dalam proses selanjutnya, kertas daur ulang ini bisa kita olah menjadi beragam souvenir atau barang-barang keperluan sehari-hari. Kotak pensil, block note, kotak perhiasan dan kertas surat merupakan beberapa contoh barang yang bisa dibuat dari kerta daur ulang.


*KERTAS DAUR ULANG

Gaya hidup ramah lingkungan dikenal pula dengan semboyan 3R : Reduce, Reuse & Recycle. Artinya mengurangi
tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampah-sampah yang telah ada dan mendaur ulang sampahsampah
yang telah terpakai. Salah satu sampah yang dapat didaur ulang adalah kertas. Kertas daur ulang ini memiliki
tekstur yang indah. Dari kertas daur ulang kita dapat membuat beraneka ragam kerajinan tangan.

*Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kertas daur ulang :

1. BLENDER, fungsinya untuk menghancurkan kertas menjadi bubur kertas, atau dapat juga dimodifikasi dengan alat
penghancur yang lebih besar.
2. BINGKAI CETAKAN, terdiri dari 2 bingkai dengan ukuran yang sama. Salah satu bingkai dilapisi dengan kain kasa.
3. EMBER KOTAK, fungsinya sebagai tempat pencampuran bubur kertas dengan air, sekaligus sebagai wadah
pencetakan.
4. ALAS CETAK, fungsinya untuk tempat pengeringan kertas daur ulang dari bingkai cetakan, sehingga bingkai cetakan
dapat digunakan kembali. Alas cetak ini bisa berupa tripleks yang dilapisi kain katun atau juga dapat berupa matras yang
biasa digunakan untuk alas tidur kemping.
5. SPONDS PENGHISAP, fungsinya untuk menghisap air pada waktu transfer dari bingkai cetakan ke alas cetak.
6. GELAS PENAKAR, fungsinya untuk menakar perbandingan antara bubur kertas dengan air. Alat ini tidak mutlak ada.
7. ALAT PRESS, fungsinya untuk mengepress kertas daur ulang agar serat-seratnya dapat lebih rapat. Alat ini dapat
berupa dua papan kayu yang berukuran sama dengan bingkai cetak, yang keempat sudutnya diberi lubang. Selanjutnya
masing-masing lubang diberi mur dan baut penjepit untuk mempertemukan kedua sisi papan kayu tersebut.
8. EMBER wadah bubur kertas
9. KOMPOR & PANCI, fungsinya untuk merebus berbagai macam serat dan pewarna alam
10. ALU & LUMPANG, fungsinya untuk menumbuk berbagai serat agar lebih halus
11. SENDOK KAYU, fungsinya untuk mengadukberbagai campuran.
12. PISAU & GUNTING, fungsinya untuk memotong-motong serat tumbuhan
13. SARINGAN TEH BESAR
14. KAIN LAP

*Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kertas daur ulang :

1. KERTAS BEKAS
Setiap jenis kertas dipilah-pilahberdasarkan jenisnya masing-masing, kertas Koran, kertas HVS, karton hingga kertas
warna warni.
2. PEWARNA ALAM
- Kunyit, jika diparut dan diperas sarinya akan menghasilkan warna kuning
- Kulit bawang, jika direbus akan menghasilkan warna coklat
- Pandan suji, jika ditumbuk dan diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau pekat
- Pandan wangi, jika direbus dan ditumbuk lalu diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau muda, sekaligus aroma
wangi
- Kesumba (bixa), jika bijinya direndam dan diremas atau direbus dapatmenghasilkan warna oranye
- Serutan kayu nangka. Jika direbus akan menghasilkan warna kuning
- Sirih, jika ditumbuk dan dicampur dengan kapur akan menghasilkan warna merah kecoklatan
- Daun pisang kering, jika dibakar, abunya dapat menghasilkan warna coklat keabu-abuan
- Rumput putrid malu (Mimosa sp) jika direbus akan menghasilkan warna lembayung
3. SERAT PENGISI
Merupakan bahan-bahan yang dapat ditambahkan ke dalam campuran bubur kertas sehingga dihasilkan kertas yang
lebih indah dan bertekstur. Dapat berupa bunga-bungaan ataupun serat tumbuhan lainnya seperti serat daun pandan
wangi, serat batang pisang.

*Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang

1. Kertas bekas yang telah disobek-sobek sebesar perangko, direndam minimal 12 jam agar serat-seratnya menjadi
lunak diresapi air. Perendaman dapat pula dibantu dengan perebusan untuk mempercepat proses peresapan air.
2. Kertas yang telah lemas direndam air / direbus, dihancurkan dengan blender. Dengan perbandingan 1 ; 4 (4 bagian air
untuk 1 bagian kertas). Lama pemblenderan tidak lebih dari 1 menit, sebaiknya dilakukan 2 kali pemblenderan dengan
interval 30 detik saja.
3. Bubur kertas yang diperoleh dari pemblenderan dikumpulkan dalam satu wadah. Selanjutnya dapat dilakukan
pencucian untuk mengurangi kadar asamnya dengan cara menyaring bubur kertas pada kain yang agak lebar dan
meletakkannya di atas ember berisi air. Dengan demikian bubur kertas dapat dicuci sekaligus memisahkan potonganpotongan
kertas yang mungkin belum hancur akibat pemblenderan.
4. Selanjutnya bubur kertas siap untuk diolah, dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat.
Masukan bubur kertas yang hanya bercampur dengan warna saja, atau bercampur dengan serat saja, atau bercampur
dengan pewarna dan serat maupun bubur kertas tanpa campuran, kedalam ember kotak tempat cetakan. Perbandingan
antara jumlah air dan bubur kertas tetap 4 : 1 (4 bagian air untuk 1 bagian bubur kertas). Aduk-aduk hingga campuran air
dan bubur kertas merata.
5. Masukkan bingkai cetakan, dengan posisi bingkai cetak yang memakai kain kassa berada dibawah dan bingkai
kosong dibagian atas sisi kain kassa. Masukkan hingga kedasar ember cetak, dengan hati-hati. Atur posisi bingkai cetak
agar datar dan sejajar permukaan air. Kemudian angkat bingkai tersebut dengan hati-hati dalam posisi datar. Bubur
kertas akan tercetak dipermukaan bingkai dengan bentuk seperti selembar kertas yang basah. Angkat bingkai penutup
dengan cepat, jangan sampai airnya memerciki lembaran kertas yang masih basah tadi. Kemudian ditiriskan dalam
posisi miring sekitar 30 derajat hingga airnya tinggal sedikit. Selanjutnya kertas basah tersebut siap untuk ditransfer ke
atas permukaan alas cetak untuk dikeringkan.
6. Bingkai cetak dibalik, sehingga kertas basah menghadap ke alas cetak. Letakkan bingkai cetak dengan kertas basah
tersebut pada alas cetak dengan hati-hati. Pada bagian atas bingkai cetak atau sisi sebaliknya dari kertas basah dapat
dilakukan pengeringan dengan menggunakan spon. Selain untuk mempercepat pengeringan juga untuk mempermudah
proses pemindahan kertas. Jika sudah cukup keringda bingkai cetak sudah dapat diangkat dari alas cetak, lakukan
dengan hati-hati agar kertas tersebut tidak cacat.
7. Kertas yang telah dipindahkan ke alas cetak tinggal menunggu kering saja, tetapi sebaiknya tidak dijemur dibawah
matahari langsung. Dapat juga diselingi dengan pengepresan sewaktu kertas belum kering, dengan cara lapisi setiap
lembar kertas dengan kain dan tumpuk sampai beberapa lapis kemudian diletakkan diantara papan pengepresan,
lakukan selama kira-kira 10 menit. Jika kertas sudah kering, pengepresan dilakukan selama 1 jam.
Pencampuran Warna
• Bubur kertas yang telah siap diolah, dapat dicampurkan dengan bahan pewarna alam yang telah kita persiapkan
sebelumnya. Caranya adalah dengan mencampurkan langsung dan diaduk hingga merata. Selanjutnya dapat dilakukan
perebusan jika ingin pencampuran warna yang lebih kuat.
• Sisa pewarna alam dapat pula dicampurkan ke dalam air diember pencetakan agar tetap membantu menimbulkan
warna yang diinginkan.
• Bubur kertas berwarna pun telah siap untuk diolah lebih lanjut, baik untuk dicetak, maupun dicampur dengan serat
pengisi lainnya.
Pencampuran Serat
a. Gedebok Pisang,
Gedebok/batang pisang yang sudah selesai berbuah cincang seperti dadu dengan panjang sekitar 2 cm, jemur
sekitar 2 jam untuk menghilangkan getah.
Kemudian ditumbuk dengan alu & lumping sehingga agak lunak.
Selanjutnya direbus selama 1 jam untuk melunakan seratnya. Kemudian tiriskan.
Setelah itu ditumbuk kembali hingga lebih halus. Saring dengan kain untuk dicuci dengan air, agar tinggal serat
yang tersisa.
Serat yang tersisa dapat langsung dicampur dengan bubur kertas, atau jika dirasa kurang halus, dapat pula
dibantu dengan pemblenderan.
Selanjutnya dicampurkan sedikit demi sedikit ke dalam bubur kertas, sambil diaduk terus menerus hingga rata.
b. Kulit Bawang
• Rebus kulit bawang yang sudah digunting-gunting kecildengan air hingga mendidih, sisihkan dan air rebus
jangan dibuang.
Hancurkan kuit bawang yang telah direbus dengan menggunakan blender selama 5 – 10 detik.
Campurkan secara perlahan kulit bawang yang telah dihancurkan kedalam wadah bubur kertas sambil terus
diaduk-aduk hingga merata, jika air rebusan agak kotor dapat dilakukan penyaringan terlebih dahulu.
c. Pandan Wangi
Rebus potongan pandan wangi (2 cm) selama kira-kira 1 jam, tiriskan
Campurkan air rebusan dengan bubur kertas secepatnya, aduk-aduk hingga rata.Semoga bermanfaat!